MENU TUTUP

Massa Buruh Tolak Omnibus Law Mulai Padati Area Gedung DPR

Senin, 09 November 2020 | 11:40:55 WIB
Massa Buruh Tolak Omnibus Law Mulai Padati Area Gedung DPR Ratusan buruh mulai memadati area depan Kompleks DPR, Jakarta, menggelar demo menolak Omnibus Law Cipta Kerja,

GENTAONLINE.COM - Massa dari sejumlah elemen buruh mulai memadati area depan gerbang kompleks MPR/DPR untuk kembali menggelar unjuk rasa lanjutan menuntut pencabutan UU Nomor 11 Tahun 2020 atau Omnibus Law Cipta Kerja. Hingga berita ini diturunkan jumlah massa aksi diperkirakan mencapai ratusan orang.

Pantauan Gentaonline.com, massa buruh mulai memadati area depan Kompleks parlemen sekitar pukul 10.30 WIB atau sesuai jadwal aksi unjuk rasa yang bakal digelar mereka.

Ratusan buruh datang secara beriringan menaiki sepeda motor dipimpin mobil komando yang akan memimpin jalannya aksi unjuk rasa.

Demo hari ini diinisiasi oleh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI). Agendanya masih sama, menuntut pencabutan UU Nomor 11/20 Ciptaker melalui legislative review.

Selain itu, buruh juga meminta pemerintah mencabut keputusan tak menaikkan upah minimum 2021.

"Menuntut dibatalkannya UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja melalui mekanisme legislatif review dan kenaikan upah minimum 2021," kata Presiden KSPI Said Iqbal dalam keterangannya kepada Gentaonline.com, Senin (9/11).

Sementara itu, Kabag Ops Polresta Jakarta Pusat, Wiraga Dimas Tama mengatakan, pihaknya telah menurunkan setidaknya 2.000 personel untuk mengamankan aksi unjuk rasa buruh kali ini.

Wiraga menyebut, aksi menuntut pencabutan UU Omnibus Law Ciptaker setidaknya diikuti oleh 1.000 massa buruh, dari sejumlah elemen termasuk di antaranya KSPI.

"Kemudian untuk pengamanannya nanti seperti biasa, kita enggak ada melaksanakan penyekatan, karena sudah komunikasi baik antara mereka dengan pihak kepolisian, terutama Polda, mereka akan melaksanakan aksi di depan DPR," kata Wiraga di lokasi.

Sementara itu, lanjut dia, pihaknya mengambil kebijakan situasional untuk pengalihan arus lalu lintas akibat aksi unjuk rasa. Bila massa tak terlalu banyak, arus lalu lintas akan tetap berjalan normal.

Pengalihan lalu lintas akan dilakukan bila jumlah massa membludak dan tak memungkinkan bila jalan tetap dibuka.

"Kalau masih bisa kita buka, kita buka. Kalau massanya banyak, kemudian massa aksi di depan DPR, mau nggak mau arus kita alihkan," kata dia.

Berikut pengalihan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR yang disiapkan Ditlantas Polda Metro:
1. Arus lalu lintas dari Jalan Gatot Subroto arah Slipi ditutup dan dibelokan ke Jalan Gerbang Pemuda.
2. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda arah Jalan Gatot Subroto ditutup dan dibelokan kembali ke Jalan Gerbang Pemuda.
3. Jalan Gatot Subroto depan Gedung DPR ditutup.
4. Arus lalu lintas dari Jalan Palmerah Timur arah Jalan Gelora ditutup dan diluruskan ke Jalan Tentara Pelajar.
5. Arus lalu lintas dari Jalan Asia Afrika ke arah Jalan Gelora ditutup dan dibelokan ke Jalan Gerbang Pemuda.
6. Arus lalu lintas dari Jalan Gerbang Pemuda ke arah Jalan Gelora ditutup dan dibelokan ke Jalan Asia Afrika.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan