MENU TUTUP

Muhammadiyah Sindir Pelanggar Prokes Berdalih Agama

Selasa, 24 November 2020 | 11:42:19 WIB
Muhammadiyah Sindir Pelanggar Prokes Berdalih Agama Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menilai pihak yang menggunakan alasan agama untuk melanggar protokol kesehatan telah bertindak 'berkebodohan

GENTAONLINE.COM - Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir menyoroti masih banyak masyarakat Indonesia abai menjalankan protokol kesehatan pencegahan Virus Corona (Covid-19) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Bahkan, lanjut Haedar, ada yang berdalih menggunakan alasan-alasan agama untuk melanggar aturan protokol kesehatan yang disusun berdasarkan pada ilmu pengetahuan tersebut.

"Prakteknya masyarakat kita itu ya abai, bahkan ada yang sengaja mengabaikan protokol kesehatan untuk dan alasan apapun. Bahkan ironi kalau pakai alasan agama, gitu ya," kata Haedar dalam konferensi pers Munas Tarjih Muhammadiyah XXXI secara daring, Senin (23/11).

"Jadi kondisi dalam tanda kutip 'berkebodohan', tak berdasarkan pada ilmu pengetahuan dan tak berdasarkan pandangan ilmu agama yang maju dan mencerahkan," imbuhnya.

Haedar juga menyoroti banyak pihak yang masih tak mempercayai sebaran virus Corona di masyarakat. Lebih parahnya lagi, mereka kerap menggaungkan virus Corona sebagai bentuk konspirasi.

Ia juga menyoroti masyarakat yang tak mematuhi pelbagai saran ahli kesehatan maupun epidemiolog dalam menyikapi dan mencegah virus Corona.

"Di era pandemi saja ada yang tak percaya adanya virus ini, bahkan itu menganggap paranoid dan konspirasi macam-macam. Dan tak mau mengikuti saran ilmu pengetahuan, sebagaimana anjuran para ahli," kata Haedar.

Melihat hal itu, Haedar memandang realitas dan kehidupan masyarakat saat ini tak sepenuhnya mencerminkan kondisi yang maju dan mencerahkan.

Haedar juga menyinggung kondisi dunia saat ini mengalami kerusakan karena instrumen yang dilakukan kerap melalui pendekatan esktrem, baik oleh negara maupun masyarakat. Bahkan, kata dia, terdapat kelompok masyarakat yang senang dengan kondisi esktrem tersebut.

"Kalau mau cara-cara esktrem, ormas keagamaan seperti Muhammadiyah, kami kalau ambil cara esktrem bisa saja. Tapi goncang nanti. Apakah mau Muhammadiyah mengambil cara ekstrem? Jadi ruang ini gak akan kami gunakan, karena ini ga maslahat. Mudaratnya banyak," kata Haedar.

Haedar menjelaskan Muhammadiyah senantiasa menawarkan nilai agama moderat yang maju dan mencerahkan. Hal tersebut menjadi agenda utama meski tak bisa secara instan dilakukan.

"Meskipun panjang perjalanan ini, kami tidak ingin menawarkan agama yang instan," kata Haedar.(cnn)Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menilai pihak yang menggunakan alasan agama untuk melanggar protokol kesehatan telah bertindak 'berkebodohan

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan