MENU TUTUP

Menhan Prabowo: Kalau Terjadi Perang Kita Tidak Bisa Buru-Buru ke Supermarket Beli Alat Perang

Sabtu, 10 Juli 2021 | 09:34:49 WIB
Menhan Prabowo: Kalau Terjadi Perang Kita Tidak Bisa Buru-Buru ke Supermarket Beli Alat Perang

JAKARTA,Gentaonline.com - Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Sunianto menjelaskan, meskipun perang bukan sesuatu yang baik, sejarah manusia menyebut bahwa bangsa yang ingin damai dan merdeka adalah mereka yang siap menghadapi peperangan.

"Jika menghendaki damai kita harus siap perang, kalau terjadi perang kita tidak bisa buru-buru ke supermarket untuk beli alat perang. Tidak ada alat perang yang kita bisa beli langsung, tidak ada," ujar Prabowo dalam webinar bertajuk Optimalisasi Industri Pertahanan Dalam Konteks Kepentingan Nasional RI di Abad 21 dikutip, Sabtu (10/7/2021).

Lebih jauh dia menjelaskan, pembelian alutsista membutuhkan waktu yang cukup lama. Menurut dia, jika saat ini pemerintah memiliki uang dan memutuskan untuk beli alutsista tertentu, alutsista tersebut pun tak bisa langsung datang.

"Misal saya ingin beli pesawat tempur canggih jenis sebut apa, F15 dari Amerika, Sukhoi Su-35 atau Su-57 dari Rusia, Rafale dari Prancis, kita punya uang, kita beli hari ini tanda tangan kontrak, ya datangnya enam tahun lagi," ungkapnya.

Sebagai pemangku kepentingan dan kebijakan di bidang pertahanan, Menhan mengharapkan agar Indonesia tak diinvasi atau terkena ancaman. Oleh karenanya, kebijakan rencana pertahanan mesti dibuat sematang mungkin.

"Kita tidak bisa menyusun kebijakan berdasar harapan. Kita juga tidak bisa menyusun rencana berdasar doa. Doa perlu, tetapi rencana tidak bisa didasarkan atas doa dan harapan," katanya. (sndo)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan