MENU TUTUP
Dugaan Korupsi Hotel Aryaduta

Setoran Tidak Sesuai Perjanjian, Alasan Selalu Rugi.

Selasa, 21 November 2017 | 07:51:40 WIB
Setoran Tidak Sesuai Perjanjian, Alasan Selalu Rugi. Ramos Teddy Sianturi

GENTAONLINE.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau menduga adanya penggelapan dan korupsi pada pengelolaan Hotel Aryaduta Pekanbaru, yang merupakan kerjasama Pemprov Riau dengan pihak ketiga. Hal itu berawal dari laporan deviden yang selalu sama setiap tahun, yakni Rp200 juta.

Seperti yang dikutip dari situs goriau.com, anggota Komisi III DPRD Riau, Ramos Teddy Sianturi mengatakan, dewan akan melakukan audit terhadap kinerja keuangan Aryaduta Pekanbaru, karena laporan yang diberikan diduga ada yang tidak berimbang. Selain itu, dewan juga tidak menerima laporan rugi laba dan neraca tahunan sebagai pertanggungjawaban manajemen.
''Kami meminta Pemprov Riau menggunakan jasa auditor untuk melihat kinerja keuangan Aryaduta. Kan tak mungkin setiap tahun rugi, tapi hotel itu terus berbisnis'' ujar Teddy.

Apalagi, penerimaan sebesar Rp200 juta pertahun dari usaha joint venture itu sudah berlangsung sekitar 17 tahun.
''Tapi ini kan masih dugaan, makanya biar jernih, harus diaudit dulu. Dari hasil audit nanti kita akan melihat keseimbangan neraca dan laporan rugi laba. Ya, mudah-mudahan bisa segera dikerjakan,'' tambahnya.

Sementara itu, dari perjanjian awal, Pemprov sebagai salah satu pemilik, seharusnya mendapat 25 persen dari laba kotor jika Aryaduta tidak rugi. Tapi jika rugi, manajemen hanya dikenakan kewajiban Rp200 juta ke Pemprov Riau.

Selama ini pendapatan kotor Aryaduta sekitar Rp24 miliar setahun dan seharusnya Pemprov mendapatkan Rp5 miliar pertahun. Namun karena manajemen memasukkan sejumlah pengeluaran, akhirnya di laporan akhir neraca dan laporan laba rugi, Aryaduta selalu rugi. (Genta/goriau)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan