MENU TUTUP
Galeri DPRD Pekanbaru

Hearing Komisi III DPRD Pekanbaru dengan Kesra, Bahas Anggaran Beasiswa S1

Kamis, 13 Oktober 2022 | 14:44:14 WIB
Hearing Komisi III DPRD Pekanbaru dengan Kesra, Bahas Anggaran Beasiswa S1 Komisi III DPRD Pekanbaru Hearing dengan Bagian Kesra bahas R-APBD 2023, di ruang Komisi II DPRD, Selasa (11/10/2022) lalu.

PEKANBARU - Hearing Komisi III DPRD Pekanbaru dengan Bagian Kesra Pekanbaru, Selasa (11/10/2022), membahas beberapa persoalan kesejahteraan masyarakat Kota Pekanbaru.

Mungkin gambar 7 orang, orang berdiri, orang duduk dan dalam ruangan

Di antarannya, mengenai kepastian anggaran Beasiswa S1 masuk R-APBD 2023.

Mungkin gambar 9 orang, orang duduk, orang berdiri dan dalam ruangan

Selain itu, anggaran untuk guru tahfiz dan beberapa anggaran kesejahteraan masyarakat banyak lainnya.

Mungkin gambar 8 orang, orang berdiri, orang duduk dan dalam ruangan

Kabag Kesra Setdako Pekanbaru Erwan Candra menjelaskan, bahwa usulan anggaran Kesra tahun 2023 sebesar Rp 14 miliar.

Mungkin gambar 9 orang, orang duduk, orang berdiri dan dalam ruangan

Nilai ini sudah termasuk, untuk anggaran Beasiswa S1 dan insentif untuk guru-guru tahfiz.

Mungkin gambar 8 orang, orang duduk, orang berdiri dan dalam ruangan

"Untuk anggaran beasiswa S1 dianggarkan Rp 2 miliar, sedangkan anggaran untuk guru tahfiz Rp 2 miliar," kata Erwan Candra usai hearing.

Mungkin gambar 2 orang, orang berdiri, orang duduk dan dalam ruangan

Lebih lanjut disampaikan, beasiswa yang didapatkan berjumlah untuk 200 mahasiswa-mahasiswi. Nantinya masing-masing mahasiswa-mahasiswi, akan mendapat Rp 3 juta per tahun.

Sedangkan untuk kriteria mahasiswa-mahasiswi yang bisa mendapatkan beasiswa ini, dari kalangan keluarga kurang mampu (dibuktikan dengan surat keterangan domisilinya), serta nilai dari sekolahnya.

Lalu, kenapa untuk pelajar SD-SMA, termasuk untuk jenjang S2 dan S3 belum dianggarkan tahun 2023?

"Untuk tahun 2023 memang belum ada. Baru untuk S1 aja. Mudah-mudahan tahun selanjutnya nanti bisa dianggarkan," terangnya.

Sementara itu, lanjut Erwan Candra, untuk jumlah guru tahfiz sebanyak Rp 350 guru. Mereka akan mendapatkan uang insentif, Rp 500 guru untuk satu tahun.

Apakah ini cukup mengakomodir untuk semuanya?

"Kalau mau jujur, belum. Tapi ini akan menjadi perhatian kita dalam hal memperhatikan kesejahteraan masyarakat. Yang pasti, untuk penerima beasiswa, bisa dari sekolah negeri dan swasta," janjinya, seraya mengatakan, idealnya untuk beasiswa ini bisa diangka Rp 10-15 miliar.

Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Aidil Amri S Sos menegaskan, bahwa pihaknya sangat senang, beasiswa di tahun depan dianggarkan dalam APBD Murni 2023.

Namun diakuinya, nilai anggaran beasiswa S1 Rp 2 miliar masih sangat kurang dari kebutuhan. Termasuk juga anggaran untuk para guru tahfiz, belum sesuai harapan.

Tapi setidaknya, langkah yang dilakukan Pemko Pekanbaru dalam mensejahterakan masyarakat, patut diapresiasi tinggi.

"Untuk anggaran tahun selanjutnya, kita minta untuk beasiswa minimal Rp 20 miliar. Begitu juga dengan anggaran kesejahteraan lainnya, harus tinggi. Karena untuk kepentingan masyarakat banyak, harus besar dari yang lainnya. Ini catatan khusus bagi Pemko ke depan," harapnya. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan