MENU TUTUP

Doni, Farhan, dan Jay Diduga Menghilang Usai Mengutip Dana Desa Hingga Miliaran Rupiah

Sabtu, 20 Desember 2025 | 09:45:41 WIB
Doni, Farhan, dan Jay Diduga Menghilang Usai Mengutip Dana Desa Hingga Miliaran Rupiah

Kampar — Genta Online Com  Dugaan skandal pengutipan dana desa kembali mencuat di Kabupaten Kampar. Tiga nama, yakni Doni, Farhan, dan Jay, kini menjadi sorotan publik setelah diduga menghilang usai mengutip dana desa dengan nilai yang disebut-sebut mencapai miliaran rupiah dari sejumlah kecamatan.

Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, pengutipan dana tersebut terjadi di beberapa wilayah, di antaranya Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kampar Kiri, Kuok, Tapung Hulu, dan Kampar Utara. Dana desa yang dikutip disebut-sebut diperuntukkan bagi program digitalisasi desa, meliputi penyediaan anjungan layanan digital, aplikasi desa, pelatihan, serta bimbingan teknis (bimtek).

Namun hingga kini, barang dan jasa yang dijanjikan tak kunjung terealisasi. Tidak terlihat adanya anjungan digital, aplikasi desa belum tersedia, dan pelatihan maupun bimtek juga tidak pernah dilaksanakan sebagaimana yang disepakati.

Kondisi tersebut memicu keresahan para kepala desa dan perangkat desa. Sejumlah pihak mengaku telah berupaya menghubungi Doni, Farhan, dan Jay, namun komunikasi terputus dan keberadaan mereka tidak diketahui. Situasi ini memunculkan dugaan bahwa ketiganya melarikan diri untuk menghindari pertanggungjawaban atas dana yang telah dihimpun.

“Dana sudah disetor, tapi sampai sekarang tidak ada realisasi apa pun. Orangnya juga tidak bisa dihubungi,” ungkap salah seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Kasus ini kini menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat dan dinilai berpotensi merugikan keuangan desa dalam jumlah besar. Publik mendesak aparat penegak hukum serta inspektorat untuk segera turun tangan, melakukan penelusuran, dan mengusut tuntas aliran dana desa tersebut.

Hingga berita ini diterbitkan, Doni, Farhan, dan Jay belum berhasil dikonfirmasi untuk memberikan klarifikasi. Redaksi tetap membuka ruang hak jawab sesuai ketentuan Undang-Undang Pers. tim

 

---

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan