MENU TUTUP

Ditolak Cabang-cabang Lainnya, Mahasiswa Gagalkan Pelantikan HMI Badko Riau-Kepri

Senin, 08 April 2019 | 12:19:24 WIB
Ditolak Cabang-cabang Lainnya, Mahasiswa Gagalkan Pelantikan HMI Badko Riau-Kepri

GENTAONLINE.COM-Puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Pekanbaru dan Dumai bubarkan pelantikan HMI Badko Riau-Kepulauan Riau, Minggu (7/4) di Gedung Guru, Jalan Lobak, Pekanbaru. Mereka menyebut HMI Badko Riau-Kepulauan Riau dibawah pimpinan Suparjo dan Ilham Mandala yang akan dilantik, cacat hukum dan berlawanan dengan konstitusi.

"Hari ini, pelantikan yang dipaksakan oleh Suparjo dan kawan-kawan tidak memiliki legalitas. Yang mereka jadikan dasar, adalah SK yang ditandatangani oleh Ketum PB tak jelas. Sementara, saya katakan bahwa sampai hari ini Ketum PB yang sah adalah R. Saddam Al-Jihad, hasil mandataris Kongres HMI di Ambon beberapa waktu lalu" terang Ketua Umum HMI cabang Pekanbaru Wendy Fitrah melalui ketua bidang PAO Heri Kurnia.

Heri menyampaikan konflik yang terjadi di tubuh Badko Riau-Kepulauan Riau hari ini adalah dampak dari dualisme Pengurus Besar (PB) HMI. Paska di reshuffle, Arya yang juga mantan Sekjen di kepengurusan Saddam, mengaku-ngaku sebagai PJ Ketua Umum PB HMI yang tidak diakui oleh sebagian besar cabang-cabang di Nusantara. "Mereka yang buat PB HMI jadi Dualisme, berimbas ke Badko HMI Riau-Kepulauan Riau. Kita hawatir, kalau ini berlanjut maka bisa jadi cabang-cabang atau bahkan komisariat juga mengalami dualisme kepemimpinan kedepannya" ujarnya.

Masih menurut Heri, sampai saat ini belum ada HMI Badko Riau-Kepulauan Riau yang sah. "Kita masih menunggu keputusan PB HMI untuk menggelar Musda ulang. Karena Musda yang dilakukan oleh Suparjo dan kawan-kawan di Kuansing lalu, semuanya tidak sesuai dengan konstitusi dan terkesan dibuat main-main" kesal Heri.

"Maka dengan tegas kami HMI cabang Pekanbaru menolak adanya pelantikan HMI Badko Riau-Kepulauan Riau yang diketuai Suparjo. Kami tidak sendiri, kawan-kawan cabang se Riau-Kepulauan Riau, tidak satupun menerima Suparjo cs" tegas Heri.

Hal senada disampaikan Ketua Umum HMI cabang Dumai Andri Qadri. Ia menjadi saksi nyata pelaksanaan Musda Abal-abal yang dilakukan oleh Ilham Mandala vs atas perintah tim karateker Lingga Kelana, Rudri Putra Musdianto dan Rahmat. "Kami cabang-cabang se Riau-Kepulauan Riau ditelantarkan di Kuansing, dan dilarang masuk forum. Proses pemilihan hanya hitungan menit, tiba-tiba saja sudah terpilih Suparjo" tuturnya mengisahkan.

Ia mengatakan kegagalan dilantiknya HMI Riau-Kepulauan Riau pimpinan Suparjo bukan lagi berbicara soal konflik intrik PB HMI, tapi menjaga Marwah dan nama baik HMI cabang-cabang se-Riau-Kepulauan Riau.

"Kami tidak mau diklaim-klaim. Sampai hari ini Ketum PB yang sah adalah Saddam Al-Jihad, bukan Arya yang mengeluarkan SK pengurus Suparjo cs. Kami mengutuk dan menolak pelantikan HMI Badko Riau-Kepulauan Riau dikepemimpinan Suparjo dan Ilham Mandala" tegas Qadri menutup.

Pantauan dilapangan, paska masa bubar kondisi ruangan untuk pelantikan HMI Badko Riau-Kepulauan Riau di Gedung Guru, Jl. Lobak, porak poranda. Papan bunga ucapan selamat yang dikirimkan oleh berbagai pihak turut menjadi sasaran masa. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar