MENU TUTUP

Alumni Desak Pihak STAI Rokan Laporkan Oknum Penyebar Isu Hoax

Senin, 08 April 2019 | 12:25:05 WIB
Alumni Desak Pihak STAI Rokan Laporkan Oknum Penyebar Isu Hoax

GENTAONLINE.COM-Menanggapi isu yang beredar, terkait dugaan adanya mahasiswa 'Siluman' di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Rokan, Baganbatu, Alumni STAI Rokan angkatan 15 angkat bicara. Berita yang beredar di publik, yang diterbitkan oleh salah satu media online sangat meresahkan banyak pihak, diantaranya alumni. Demikian disampaikan Alumni STAI Rokan angkatan 15, M. Syarif, Minggu (7/4) di Baganbatu.

"Sumber mereka tidak jelas. Tidak ada itu istilah mahasiswa siluman. Apalagi yang dapat ijazah tanpa kuliah, asal jeplak saja" bantahnya.

Ia merasa tersinggung, ketika mengetahui info yang beredar bahwa mahasiswa STAI Rokan bisa mengikuti sidang akhir, lulus dan diwisuda walau tidak pernah aktif kuliah. Dikatakannya, sampai hari ini justru perkembangan dan peningkatan prestasi STAI Rokan semakin bagus dan meningkat.
"Jadi tolong jangan didengar info-info yang tidak jelas sumbernya. Kita sebagai masyarakat cerdas harus bisa mencerna informasi dengan baik" himbau Syarif.

Syarif menyampaikan untuk tahun ini saja sudah 11 orang alumni STAI Rokan yang lulus menjadi PNS. "Bahkan 1 diantaranya meraih nilai tertinggi di kementerian. Alumni STAI bukan orang sembarangan, itu bagian dari prestasi. Saya pribadi sangat bangga menjadi Alumni STAI Rokan" ujarnya.

Syarif berharap pihak Yayasan dan manajemen STAI Rokan agar tidak tinggal diam. Baginya ini persoalan serius, sudah mencemarkan nama baik STAI Rokan. "Hendaknya pihak STAI Rokan membawa ini ke ranah hukum. Kita akan upayakan mendesak pihak yayasan dan manajemen untuk melaporkan oknum yang tidak bertanggung jawab itu, dan kita siap mengawal sampai tingkat Polri sekalipun. Juga, lakukan somasi terhadap media yang menerbitkan informasi hoax tentang STAI Rokan " tegas Syarif.

Terkait oknum yang dimaksud, Syarif dan kawan-kawan alumni menduga berasal dari angkatan 15 yang gagal diwisuda karena alasan tertentu. 

"Kuat keyakinan kita, ini hanya persoalan pribadi. Karena berbagai alasan yang memberatkan, oknum yang kita curigai tidak bisa mengikuti sidang akhir. Tapi, semoga kita salah sampai memiliki bukti-bukti yang kuat" bebernya menutup. (Genta)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan