MENU TUTUP

Sepak Terjang Pelaku Bom Katedral: Warga Makassar Baiat ISIS

Senin, 29 Maret 2021 | 09:25:57 WIB
Sepak Terjang Pelaku Bom Katedral: Warga Makassar Baiat ISIS

GENTAONLINE.COM - Polri berhasil mengidentifikasi pelaku bom bunuh diri di depan Gereja Katedral, Makassar, Sulawesi Selatan pada Minggu (28/3).

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan para pelaku diduga merupakan bagian dari kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

"Pelaku merupakan bagian dari kelompok JAD yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina," kata Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) tadi malam.

JAD sendiri merupakan kelompok teroris yang berafiliasi langsung (baiat) dengan ISIS. Mereka turut terlibat dalam sejumlah aksi teror beberapa tahun terakhir, seperti bom di Surabaya pada 2018 dan penusukan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) kala itu, Wiranto.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol E. Zulfan mengatakan laki-laki yang merupakan pelaku pengeboman Katedral itu merupakan warga yang sehari-hari tinggal di wilayah Makassar.

"Pelaku sudah kami identifikasi kemarin. Yang bersangkutan ini benar warga dari Sulawesi Selatan, Makassar," kata Zulfan.

Namun demikian, polisi masih melakukan pendalaman terkait dengan kehidupan sehari-hari para pelaku di wilayah Makassar, termasuk pekerjaan yang dilakukan. Belum diketahui secara pasti juga mengenai hubungan antara pelaku laki-laki dan perempuan yang meledakkan diri di depan gereja tersebut.

"(Pekerjaan sehari-hari) masih kami lakukan pendalaman," tambah dia.

Zulfan hanya memastikan bahwa para pelaku terlibat dalam insiden pengeboman di sebuah gereja di Jolo, Filipina. Diketahui, aksi bom bunuh diri itu terjadi di Gereja Katedral Our Lady of Mount Carmel di Jolo, Sulu, pada 27 Januari 2019.

Penyelidikan kepolisian Filipina menginformasikan ada dua ledakan sejenis yang terjadi pada 27 Januari lalu. Insiden tersebut menewaskan 23 orang yang mayoritas adalah jemaat gereja, serta melukai 102 orang lainnya.

Pada awal Januari 2021 lalu, Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah melakukan serangkaian penangkapan terduga teroris di wilayah Makassar. Dalam penangkapan itu polisi menembak mati dua orang teroris yang menjadi fasilitator buron Andi Baso --pengebom Gereja Oikumene, Samarinda beberapa tahun lalu dan bom Jolo.(rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan