MENU TUTUP

Gubri Syamsuar: Sudah Disepakati Riau Petroleum Kelola Blok Rokan

Jumat, 10 September 2021 | 08:35:54 WIB
Gubri Syamsuar: Sudah Disepakati Riau Petroleum Kelola Blok Rokan

GENTAONLINE.COM - Gubernur Riau Syamsuar mengatakan telah menerima surat dari SKK Migas perihal penunjukan PT Riau Petroleum untuk mengelola Participating Interest (PI) 10 Persen dari Blok Rokan.

Ia pun langsung melakukan rapat bersama dengan bupati yang ada di wilayah kerja (WK) Blok Rokan, yaitu Kampar, Rokan Hulu, Bengkalis, Siak, dan Rokan Hilir.

"Baru selesai kami rapat bersama bupati penghasil migas terutama yang di Blok Rokan dalam rangka membahas Participating Intersest 10 persen," kata Syamsuar, Kamis, 09 September 2021 di Gedung Daerah Provinsi saat konferensi pers.

 

Dia menyebut bahwa sudah disepakati untuk BUMD yang tunjuk yaitu PT Riau Petroleum.

Oleh karena itu, tentunya hari ini kami sudah menyepakati BUMD yang ditunjuk yang untuk menerima PI 10 persen, ini adalah dari Riau Petroleum," pungkasnya.(rep)

 

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar