MENU TUTUP
Galeri DPRD Pekanbaru

Bahas Anggaran 2023, Dinsos Pekanbaru Usulkan ke Komisi III Anggaran Fakir Miskin dan Gepeng

Senin, 17 Oktober 2022 | 17:39:28 WIB
Bahas Anggaran 2023, Dinsos Pekanbaru Usulkan ke Komisi III Anggaran Fakir Miskin dan Gepeng Rapat Dengar Pendapat (RDP) diruangan Komisi III, Selasa (11/10/22) pekan lalu bersama Dinas Sosial Pekanbaru.

PEKANBARU - Dinas Sosial Pekanbaru mengusulkan ke Komisi III DPRD Pekanbaru mengenai Anggaran Penanganan Fakir Miskin serta Gelandangan dan Pengemis (Gepeng) dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) diruangan Komisi III, Selasa (11/10/22) pekan lalu.

Mungkin gambar 7 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru, Aidil Amri bersama nggota Komisi III lainnya, Suherman, Irman Sasrianto, Hamdani dan Yasser Hamidy. Sementara dari Dinas Sosial Pekanbaru dihadiri oleh Kepala Dinas, Idrus berserta para kabid.

Mungkin gambar 5 orang, orang berdiri, orang duduk dan dalam ruangan

Dalam rapat, Kadis Sosial Pekanbaru Idrus mengatakan, perlu adanya support anggaran untuk bantuan guna mendukung program yang ada di Dinsos Pekanbaru.

Mungkin gambar 8 orang, orang duduk, orang berdiri dan dalam ruangan

Terutama terkait penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Pekanbaru, bantuan fakir miskin dan orang terlantar serta penanganan gepeng.

Mungkin gambar 5 orang, orang duduk dan dalam ruangan

Selain itu, ada juga program lainnya seperti bantuan penyandang disabilitas dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan akses atau mobilitas serta kemandirian

Mungkin gambar 7 orang, orang duduk dan dalam ruangan

"Pemerintah akan berupaya maksimal dalam menyejahterakan penyandang disabilitas di Kota Pekanbaru melalui pemberian bantuan," kata Idrus.

Mungkin gambar 5 orang, orang berdiri, orang duduk dan dalam ruangan

Sebelumnya, dia menjelaskan Dinas Sosial juga telah memberikan bantuan yang disalurkan pada tahun 2022 ini yang bersumber dari APBD Pemko Pekanbaru, berbentuk kaki palsu untuk para penyandang disabilitas fisik.

Di mana, ada empat unit kaki palsu sudah diberikan kepada penyandang disabilitas dari lima yang akan ditargetkan pada tahun anggaran 2022.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru, Aidil Amri mengatakan, dalam rapat dengan Dinsos, pihaknya fokus membahas persoalan data penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Pekanbaru. Sebab, masyarakat mengeluhkan penyaluran bantuan tersebut tidak tepat sasaran.

"Kita menerima laporan dari masyarakat, ada yang penerima PKH itu sudah kaya, ada juga yang telah meninggal dunia itu masih mendapatkan bantuan," kata Aidil.

Politisi Demokrat ini menyebut, penyaluran bantuan manfaat masyarakat ini tidak tepat sasaran dikarenakan kinerja dari pendamping PKH yang turun untuk mendata di setiap kelurahan maupun RW.

"Dari hasil pemaparan Dinas Sosial tadi, masalahnya itu ada di pendamping. Kita ingatkan pendamping di kelurahan atau RW ini jangan ada bermain-main data penerima PKH," tegasnya.

Menyikapi bantuan tersebut yang tidak tepat sasaran, Aidil mendesak Dinas Sosial dapat sesegera mungkin melakukan validasi ulang data penerima PKH di Kota Pekanbaru.

"Tadi sudah diberi keterangan, Dinas Sosial akan meninjau ulang lagi data-data penerima PKH tersebut," ujarnya.

 

Selain itu, dalam rapat ini juga membahas terkait keberadaan gelandangan dan pengemis (Gepeng) yang ada di Kota Pekanbaru. Dinas Sosial diharapkan dapat saling berkoordinasi dengan Satpol PP untuk melakukan penertiban terhadap penyakit masyarakat ini.

"Gepeng ini sudah meresahkan, ada yang anak-anak yang dibawah umur. Jadi kita minta gepeng ini ditertibkan selama bulan puasa," tutupnya. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan