MENU TUTUP

Wajah Pelaku Pembongkaran Pos Jaga Milik Koppsa-M Terekam Jelas, Ancaman Pidana Pengrusakan

Sabtu, 05 Juli 2025 | 21:57:39 WIB
Wajah Pelaku Pembongkaran Pos Jaga Milik Koppsa-M Terekam Jelas, Ancaman Pidana Pengrusakan Foto saat perlakuan pengrusakan (FOTO : HENI)

KAMPAR - Sebuah insiden pengrusakan pos satpam (Satuan Pengamanan) milik Koperasi Koppsa-M Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu telah terjadi pada Kamis tanggal 3 Juli 2025, menimbulkan kerugian dan kecaman dari masyarakat setempat. Pos satpam diketahui berdiri di atas lahan/tanah milik Koppsa-M sendiri yang bersertipikat hak milik terdaftar di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kampar, diduga dirusak dan dibongkar oleh sekelompok orang tanpa adanya perintah dari Pengadilan setempat atau perintah tugas resmi.

Tindakan pengrusakan ini telah dilaporkan ke Polda Riau oleh kuasa hukum bersama anggota koperasi. Rekaman video dan foto yang beredar merekam insiden tersebut memperlihatkan wajah pelaku dengan jelas, sehingga memudahkan proses identifikasi.

Dugaan kuat bahwa tindakan ini tidak berdiri sendiri, melainkan diduga dibekingi oleh oknum kepolisian, yang juga telah dilaporkan ke Propam Mabes Polri.

Para pelaku dapat dijerat dengan pasal 406 tentang pengrusakan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Koperasi Koppsa-M Pangkalan Baru dan anggota koperasi berharap agar kasus ini dapat diusut tuntas dan pelaku diberikan hukuman yang setimpal.

Berikut ancaman pasal 406 KUHP "Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membuat tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama 2 tahun 8 bulan atau pidana denda paling banyak Rp4,5 juta.

Pengrusakan ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan kepastian hukum di wilayah tersebut. Masyarakat dan petani sawit Koppsa-M berharap agar pihak berwajib dapat secepatnya menindaklanjuti laporan ini. Pelaku dapat langsung ditahan oleh kepolisian.

“Pos yang dibongkar itu berdiri di atas tanah koperasi, bukan di tanah yang sedang dipersengketakan, apalagi tanah masyarakat. Legalitasnya jelas, ada sertifikatnya," tegas Ketua KOPPSA-M Nusirwan dalam keterangannya. 

Pernyataan ketua koperasi itu dikuatkan pula oleh tiga orang Ninik Mamak pemangku adat setempat yang menyatakan bahwa lahan tersebut adalah benar milik KOPPSA-M, dan jalur masuk tersebut tidak terhubung dengan satu bidang pun tanah milik masyarakat. Diduga tindakan pembongkaran dan pengrusakan Pos jaga milik Koppsa-M dilakukan berkaitan dengan sengketa kepemilikan lahan dengan kebun perorangan bernama Suratno. 

Oknum Suratno diduga kuat saat ini menguasai lebih dari 40 Hektare kebun sawit milik petani Koppsa-M yang dahulu diperjualbelikan secara ilegal oleh oknum yang turut merusak dan membongkar Pos jaga milik Koppsa-M tersebut. 

Ketua koperasi menyatakan menerima laporan langsung dari petugas keamanan di lapangan, yang menyaksikan pembongkaran berlangsung sekitar pukul 12.56 WIB. Tak lama setelah kejadian, dump truck yang membawa seluruh barang hasil bongkaran, bernomor polisi BM 8662 AO terpantau berhenti di halaman Polsek Siak Hulu. (Heni )

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran