MENU TUTUP

Ketika Industri Energi Tidak Lagi Cukup Bicara Produksi

Jumat, 22 Mei 2026 | 07:15:43 WIB
Ketika Industri Energi Tidak Lagi Cukup Bicara Produksi

Gentaonline.com. Pekanbaru. 

Di tengah meningkatnya sorotan terhadap isu lingkungan dan transisi energi, industri energi kini menghadapi tantangan baru yang tidak lagi semata berkaitan dengan produksi dan aspek teknis operasi, tetapi juga kemampuan menjaga kepercayaan publik.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam seminar praktisi Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau, Kamis, 21 Mei 2026, yang diikuti puluhan mahasiswa Ilmu Komunikasi.

Media Relation Officer EMP Bentu Limited, M. Hanshardi, mengatakan komunikasi kini menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan operasi industri energi di tengah tingginya sorotan publik terhadap sektor energi dan industri ekstraktif.

“Di industri energi, komunikasi bukan pelengkap. Ketika publik kehilangan kepercayaan, dampaknya bisa lebih sulit dipulihkan dibandingkan kerusakan teknis,” ujarnya.

Selain Hanshardi, seminar bertema Strategi Komunikasi Kreatif, Reputasi Korporasi dan Kesiapan Talenta Muda di Era Industri Energi itu juga menghadirkan content creator dan film critic, Ahmad Reza Mardian serta crafter dan event organizer, Citra Indah Lestari.

Menurutnya, fungsi komunikasi di sektor energi kini tidak lagi sebatas membuat siaran pers atau mengelola media sosial, tetapi ikut menentukan keberlangsungan operasi perusahaan melalui penerimaan sosial masyarakat terhadap aktivitas industri energi.

Ia menjelaskan perusahaan energi saat ini menghadapi tekanan yang semakin kompleks mulai dari skeptisisme publik terhadap industri ekstraktif, isu lingkungan, hingga tuntutan transisi menuju energi bersih.

Di sisi lain, kebutuhan energi nasional masih terus meningkat sehingga industri energi berada di persimpangan antara kebutuhan pasokan energi dan tuntutan keberlanjutan lingkungan.

Dipaparkan, stabilitas komunikasi juga berpengaruh terhadap iklim investasi dan keberlangsungan operasional industri energi. “Komunikasi di sektor energi harus jujur, tidak defensif, tetapi juga tidak naif melihat realita kebutuhan energi masyarakat,” katanya.

Ia menambahkan, stabilitas operasi perusahaan energi sangat dipengaruhi kemampuan perusahaan membangun hubungan yang konsisten dengan masyarakat, pemerintah, media, dan pemangku kepentingan lainnya.

Menurutnya, reputasi perusahaan tidak dibangun ketika krisis terjadi, tetapi melalui komunikasi yang dijaga secara konsisten jauh sebelum masalah muncul.

Karena itu perusahaan energi saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, mampu bekerja di bawah tekanan, berpikir strategis, memiliki kemampuan komunikasi dan penanganan krisis, serta mampu berkolaborasi dalam tim.

“Industri tidak mencari yang paling pintar. Yang dicari adalah yang paling siap bekerja, mampu beradaptasi cepat, proaktif, tahan tekanan, dan bisa langsung berkontribusi di lapangan,” ujarnya.

Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi UIN Suska Riau, Dr Musfialdi, mengatakan seminar praktisi tersebut diharapkan dapat memberi wawasan baru bagi mahasiswa mengenai tantangan dunia kerja dan perkembangan industri komunikasi saat ini.***

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan