MENU TUTUP

Diserang Beruang Madu, Petani Karet di Rohul Luka-luka

Selasa, 17 April 2018 | 15:01:25 WIB
Diserang Beruang Madu, Petani Karet di Rohul Luka-luka

GENTAONLINE.COM-‎Dasril (50), petani karet di Dusun V Lubuk Ulat, Desa Cipang Kiri Hulu, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rokan Hulu luka-luka setelah digigit dan diserang 2 ekor beruang madu setinggi 1,5 meter. Awalnya, Dasril akan pergi menakik (menyadap) karet di kebunnya. Namun tanpa disadarinya 2 ekor beruang madu menghampirinya, pada Ahad (15/4) pagi kemarin.

Informasi Rio yang juga anak Dasril, ayahnya diserang 2 ekor beruang saat tengah pergi menyadap getah karet di kebun pada Ahad sekitar pukul 06.30 Wib. Ahad pagi itu, ayahnya seperti biasa pergi ke kebun dengan berjalan kaki untuk menyadap getah karet.

Di perjalanan, kata Rio, belum sempat lagi ayahnya menyadap getah karet, tiba-tiba terdengar suara auman seperti suara beruang. Tidak jauh dari korban Dasril, ada 2 ekor beruang berwarna hitam yang diduga jenis beruang madu, dan tiba-tiba saja menyerang korban.

Kemudian, ungkap Rio, beruang pertama berhasil dihalau, setelah ayahnya melayangkan parang yang dibawanya ke bagian punggungnya, dan beruang tersebut akhirnya melarikan diri. Tapi, disaat bersamaan datang beruang lainnya dan langsung menyerang serta menggigit bagian paha sebelah kiri korban hingga mengalami luka serius. "Usai menyerang dan melukai paha ayah saya, kedua ekor beruang tersebut langsung pergi," tegas Rio, Ahad sore.

Sikapi adanya warganya yang diserang dua ekor beruang saat akan pergi menakik karet, Camat Rokan IV Koto, Muhammad Abrar menegaskan, dirinya akan melihat langsung warganya yang mengalami luka akibat diserang beruang dan kini masih dirawat di RS Awal Bross Ujung Batu.

Muhammad Abrar juga menyatakan, pihaknya akan membantu semampunya terhadap korban. Pihaknya juga akan melaporkan dan meminta bantuan pihak terkait agar bisa menangkap dan mengamankan dua ekor beruang yang sudah melukai warga.

Ditanya ancaman dua ekor beruang yang bisa setiap saat menyerang warga lainnya saat  berada di kebun, Camat Muhammad Abrar menghimbau agar warganya bisa berhati-hati saat akan pergi ke kebun. Kemudian, bila ada ancaman beruang maka agar segera menghindar dan menyelamatkan diri.
"Kita akan berkoordinasi dengan instansi terkait, bagaimana agar ancaman beruang tersebut tidak lagi menyerang warga. Karena, ada informasi sejumlah warga kini sudah merasa was-was setelah ada petani yang diserang saat hendak pergi ke kebun," ungkap Abrar, Selasa (17/4/2018).

"Kemudian, kita juga akan menyampaikan himbauan ke warga melalui kepala desa dan perangkat desa, agar bisa selalu mewaspadai adanya ancaman beruang yang setiap saat bisa menyerang warga," ucap Muhammad Abrar.

Saat itu, korban sempat mengalami luka setelah diserang dua ekor beruang madu. Namun kata Rio, ayahnya saat itu masih sanggup pulang dengan berjalan kaki sekitar 1 kilometer, dan memakai tongkat. Setibanya dekat perkampungan, korban Dasril meminta tolong ke warga sekitar dan dibawa ke rumahnya. Tidak lama kemudian, korban langsung dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu, untuk mendapatkan penanganan medis.

Akibat serangan beruang jelas Rio, ayahnya mengalami luka di paha bagian kiri korban terkena gigitan seekor beruang. Atas insiden itu, Rio maupun keluarga Dasril, berharap Pemkab Rohul dan BKSDA Riau secepatnya melakukan perburuan terhadap 2 ekor beruang tersebut.

Karena, bila 2 ekor beruang tersebut dibiarkan, dikhawatirkan mengancam keselamatan warga lain yang sebagian besar merupakan petani karet dan petani sawit, dimana setiap hari mereka harus pergi ke kebun.

“Ayah saya saat ini, sudah dapat penanganan medis di Rumah Sakit Awal Bros Ujung Batu. Hasil pemeriksaan dokter, katanya harus dioperasi, karena ada empat bekas luka gigitan beruang itu," ungkap Rio. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat