MENU TUTUP

Pemkab Kampar Matangkan Data Penerima Bantuan Pandemi Covid-19

Rabu, 06 Mei 2020 | 10:03:47 WIB
Pemkab Kampar Matangkan Data Penerima Bantuan Pandemi Covid-19

GENTAONLINE.COM - Menindaklanjuti simpangsiurnya data penerima bantuan bagi warga yang terdampak wabah pandemi Covid-19, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Kampar melakukan sinkronisasi data penerima bantuan.

Koordinator Bidang Logistik Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Kampar Santoso dalam rapat pemantapan persiapan logistik di Media Center dan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalop PB), Selasa (5/5/2020) mengakui bahwa masih banyak kesimpangsiuran data kepada penerima bantuan dan sumber pemberi bantuan. 

"Tugas kita adalah bagaimana kita memberikan data yang akurat terhadap jumlah masyarakat yang menerima maupun jumlah bantuan yang diterima dari berbagai pihak," tegas Santoso. 

Agar data ini valid, perlu dilakukan koordinasi secara terus menerua dengan Dinas Sosial Kabupaten Kampar, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, penerima Program Keluarga Harapan (PKH), penerima sembako yang telah diberikan dan penerima kartu pra kerja. 

"Seluruhnya akan kita sinkronkan," tegas Santoso yang didampingi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kampar Aliman Makmur, Ali Sabri, Kabag Kerjasama Setdakab Kampar Nur Azman, Kabag Pemerintah Refizal dan Kabag Ortal Dedi Rochyadi.

Selain itu kata Santoso, Pemkab Kampar melalui Gugus Tugas Covid-19 terus berkoordinasi dengan seluruh perusahaan untuk memaksimalkan corporate sosial responsibiity (CSR) perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Kampar untuk di salurkan kepada masyarakat.(ckc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sungai Buluh Tak Kunjung Progres, LSM KPKN Pertanyakan SOP Kejati Riau

2

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

3

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

4

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

5

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

6

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

7

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

8

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

9

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak