MENU TUTUP

Mendag Ungkap Biang Kerok Harga Gula Pasir Mahal

Selasa, 26 Mei 2020 | 11:44:43 WIB
Mendag Ungkap Biang Kerok Harga Gula Pasir Mahal

GENTAONLINE.COM - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengungkap penyebab harga gula pasir bisa mahal belakangan ini. Menurutnya, masalah tersebut dipicu oleh harga gula pasir di tingkat produsen yang sudah mencapai Rp11 ribu per kilogram (kg). 

Menurutnya, harga tersebut sudah terlalu tinggi sehingga membuat gula pasir di tingkat konsumen mahal. Selain harga di tingkat produsen, masalah juga dipicu rantai distribusi gula yang panjang.

Faktor lain juga dipicu oleh pemberlakuan karantina wilayah di beberapa negara. Hal tersebut menghambat proses impor gula sehingga harganya di dalam negeri naik.

Agus mengatakan untuk mengatasi masalah tersebut pihaknya menggelar operasi pasar. Kebijakan ditempuh setelah pada peninjauannya di salah satu pasar di Bekasi, Jawa Barat beberapa waktu lalu, ia menemukan harga gula pasir masih mencapai Rp16 ribu-Rp17 ribu per kg.

"Untuk operasi pasar ini akan sediakan empat ton gula pasir per hari. Kalau kurang akan ditambah. Ini terus menerus sampai harganya turun," katanya seperti dikutip dari Antara, Selasa (26/5). 

Ia mengatakan operasi pasar digelar di beberapa titik seperti Pasar Jatinegara dan Bekasi. Selain operasi pasar, pihaknya juga menerjunkan Satgas Pangan untuk menekan harga gula. 

Ia berharap upaya yang dilakukan dapat menurunkan harga gula hingga di tingkat konsumen. Harga gula pasir beberapa bulan belakangan ini memang melambung tinggi. 

Di tingkat konsumen, bahkan harga gula sempat menembus Rp20 ribu per kg. Harga tersebut jauh di atas level eceran tertinggi (HET) sebesar Rp12.500 yang ditetapkan pemerintah.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan