MENU TUTUP

Biaya Tol Trans Sumatera Kurang Rp387 T

Kamis, 09 Juli 2020 | 10:17:19 WIB
Biaya Tol Trans Sumatera Kurang Rp387 T

GENTAONLINE.COM - Proyek strategis nasional (PSN) Jalan Tol Trans Sumatera ditargetkan bisa selesai seluruhnya pada 2024. Namun, pembangunannya saat ini masih terkendala faktor pendanaan. Pemerintah mengambil sejumlah langkah untuk memastikan pendanaan pembangunan Tol Trans Sumatera bisa berjalan sesuai jadwal. 

Proyek tersebut dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, kemarin (7/7). Bersamaan dengan itu, dibahas pula proyek Tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan di Jawa Barat. Tol sepanjang 60,84 km itu terbagi dalam 6 seksi dan ditargetkan beroperasi penuh pada September 2021. 

Presiden menjelaskan, Proyek Tol Trans Sumatera perlu segera dibereskan demi memulihkan perekonomian di pulau itu. Karena tol tersebut akan memicu efisiensi, mengurangi waktu tempuh, dan diyakini bisa meningkatkan multiplier effect 2-3 kali lipat terhadap produk domestik bruto. Tol itu juga akan mendorong pemerataan ekonomi di Sumatera. 

Karena itu, dia meminta agar kelayakan finansial proyek tersebut dikalkulasi sedetail mungkin. Termasuk opsi-opsi tambahan ekuitas untuk melanjutkan proyek tersebut. "Saya minta ada terobosan sumber-sumber pembiayaan alternatif," ujar Jokowi. Tujuannya, untuk mengurangi beban ekuitas dari penanaman modal negara dan agar tidak bergantung dari APBN.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan, Jalan Tol Sumatera memiliki total panjang 2.878 km. Jalur utama atau backbone sepanjang 1.974 km akan membentang dari Bakauheni sampai Banda Aceh. Sisanya, 904 km merupakan percabangan menuju beberapa kabupaten/kota. Seperti Bengkulu, Padang, Dumai, hingga Kualanamu dan Belawan (lihat grafis). "Sekarang sudah terbangun untuk tol Sumatera 393 kilometer, itu yang sudah tersambung," terangnya.

Untuk mencapai target penyelesaian di 2024, kendala utama saat ini ada pada pendanaan. Dari kebutuhan anggaran Rp500 triliun, yang sudah siap baru Rp113 triliun. Baik dari bank, pemerintah, dan penanaman modal negara ke PT Hutama Karya selaku pengembang proyek tol tersebut. "Sehingga masih dibutuhkan anggaran Rp387 triliun untuk menyelesaikan seluruhnya," lanjut Basuki.

Untuk memenuhinya, sudah ada pembicaraan antara menteri BUMN, Menko MAritim dan Investasi, Menko Perekonomian, dan Menteri Keuangan. Ada sejumlah opsi yang dibahas untuk memenuhi kebutuhan pendanaan. Misalnya, apakah perlu dikeluarkan bonds (surat utang) jangka panjang dengan jaminan pemerintah.

Bila pendanaannya bisa beres, Basuki yakin pengerjaan tol tersebut nantinya akan lebih lancar. Karena problem utamanya saat ini memang pada pendanaan yang masih kurang banyak. "Di Tol Sumatera tidak ada kendala lahan, hanya pendanaan," tambahnya.(rpc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat