MENU TUTUP

Alih-alih Menyejahterakan Masyarakat, Oknum Kades di Kampar Diduga Tipu Warganya Dengan Modus RLH

Selasa, 06 Juli 2021 | 08:13:45 WIB
Alih-alih Menyejahterakan Masyarakat, Oknum Kades di Kampar Diduga Tipu Warganya Dengan Modus RLH Kepala Desa Intan Jaya Subarjo

 

GENTAONLINE.COM-Ada-ada saja kelakuan oknum Kepala Desa di kabupaten Kampar, bukannya mengayomi dan memikirkan kesejahteraan masyarakat, Kepala Desa Intan Jaya, kec. Tapung Hulu, Kampar diduga malah membodoh-bodohi masyarakatnya.

Diantaranya tentang Rumah Layak Huni (RLH), disampaikan warga Intan Jaya, Bulan (nama samaran), tahun 2013 lalu dirinya dihubungi dan dipanggil ke rumah Kepala Desa Intan Jaya Subarjo terkait pemberian bantuan RLH. Dalam prosesnya, ia diminta menyelesaikan uang administrasi sebesar Rp. 5 juta. "Sudah kami bayar uang 5 juta nya, tapi sampe sekarang rumahnya tak ada pak. Cuma janji-janji aja. Apa salah kalau kami merasa ditipu ?" Ungkapnya saat berbincang dengan redaksi gentaonline.com, Minggu (4/7).

Ironisnya, hal tersebut tidak hanya dialami Bulan. Hingga saat ini, ia bersama warga desa Intan Jaya lainnya hanya bisa gigit jari dan berharap keadilan berpihak pada mereka. "Kemaren tu ada sekitar 20 KK yang dijanjikan dapat bantuan RLH pak, cuma karena cuma ngomong doang, rumah pun tak ada nampak, sebagian sudah ada yang dipulangkan uangnya. Ada juga yang uang belum dipulangkan, termasuk kami" imbuh Bulan.

Jika merunut pada aturan Permen PUPR nomor 07/PRT/M/2018, jelas tidak ada sepeserpun biaya yang diambil untuk pembangunan Rumah Layak Huni. Di tahun 2021, penerima RLH akan menerima bantuan sebesar Rp. 20 juta, dengan rincian Rp. 17,5 juta untuk belanja bahan bangunan dan Rp. 2,5 juta untuk upah tukang yang mengerjakan.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Intan Jaya Subarjo masih belum bisa dikonfirmasi. Disamping nomor selulernya tidak ada yang aktif, usaha wartawan menyambangi ke kantornya pun tidak membuahkan hasil.

Sementara, Camat Tapung Hulu Sutani Rahmat, S.Sos memilih bungkam. Beberapa kali dihubungi, panggilan telepon wartawan tidak mendapat jawaban. Pesan konfirmasi yang dilayangkan pun tak mendapat balasan. 

Sebagai informasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengalokasikan dana Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebesar Rp 28,1 miliar untuk membangun 1.405 RLH yang tersebar di 10 Kota/Kabupaten dan 93 desa di Provinsi Riau. Dan Kabupaten Kampar merupakan penerima terbanyak dengan total 750 unit. (Tim)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan