MENU TUTUP

AHY Harap Tak Ada Calon Pilkada Dekat Penguasa Diuntungkan

Senin, 03 Agustus 2020 | 11:34:52 WIB
AHY Harap Tak Ada Calon Pilkada Dekat Penguasa Diuntungkan

GENTAONLINE.COM -- Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berharap Pilkada Serentak 2020 berjalan dengan demokratis. Dia tak ingin ada calon kepala daerah yang diuntungkan hanya karena memiliki hubungan dengan penguasa. AHY bicara demikian menyikapi anggapan publik tentang Pilkada Serentak 2020 menjadi ajang kerabat pejabat negara meraih kekuasaan.

 

"Yang penting kompetisi bisa dijamin berjalan secara demokratis, adil, fair, semua mendapat peluang yang sama. Kemudian ada kandidat yang istilahnya diuntungkan karena ada kaitannya dengan kekuasaan, itu yang harus kita cegah," kata AHY saat wawancara, Minggu (2/8).

 

AHY mengamini bahwa Indonesia adalah negara demokrasi. Bukan negara kerajaan atau kesultanan. Karenanya, seorang pemimpin tidak mendapat kekuasaan sebagai hasil warisan, melainkan harus mendapat suara rakyat. Akan tetapi, semua pihak tetap harus mengawasi proses pelaksanaan pemilu. Jangan sampai ada pihak yang diuntungkan hanya karena memiliki hubungan dengan penguasa.

 

"Yang harus kita jaga bersama adalah bahwa semua proses itu harus diikuti secara beretika dan meyakinkan agar tidak ada hal-hal yang di luar dari kepatutan," kata AHY. Pilkada Serentak 2020 akan dihelat di 270 daerah. Pemungutan suara bakal dilaksanakan pada 9 Desember mendatang.

 

Pilkada kali ini diikuti oleh sejumlah calon kepala daerah yang memiliki hubungan dekat dengan pejabat negara. Sebagian pihak menganggap itu sebagai dinasti politik. Misalnya di Pilwalkot Tangerang Selatan, ada nama Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang merupakan keponakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Dia akan berhadapan dengan Putri Wapres Ma'ruf Amin, yakni Siti Nur Azizah.

 

Selain itu, ada Pilar Saga Ichsan yang merupakan putra Ketua DPD Golkar Banten sekaligus Bupati Serang Ratu Tatu Chasanah. Dia akan menjadi calon wakil wali kota Tangsel. Di Pilwalkot Solo, ada Gibran Rakabuming Raka. Dia adalah putra sulung Presiden Joko Widodo.

 

Putra Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Hanindhito Himawan Pramana juga bakal ikut berkontestasi. Dia menjadi bakal calon bupati Kediri, Jawa Timur dan berpotensi melawan kotak kosong lantaran tak ada calon lain. Di Pilwalkot Medan, ada nama Bobby Nasution yang merupakan keponakan Presiden Jokowi. Meski sudah menyatakan tekadnya menjadi calon wali kota Medan, Bobby masih belum resmi diusung oleh partai politik.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat