MENU TUTUP

Demokrat: New Normal Wujud Menyerah Pemerintah Hadapi Corona

Rabu, 27 Mei 2020 | 11:09:48 WIB
Demokrat: New Normal Wujud Menyerah Pemerintah Hadapi Corona

GENTAONLINE.COM - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Irwan menyebut pola hidup baru atau new normal yang digaungkan pemerintahan Presiden Joko Widodo merupakan tanda menyerah menghadapi pandemi virus corona (Covid-19).

Irwan berpendapat new normal seharusnya dicanangkan setelah suatu negara berhasil menaklukkan pandemi. Salah satu tandanya adalah pandemi sudah mencapai puncak dan jumlah kasus menurun. 

"Itu baru tepat dikatakan new normal. Jika situasinya masih seperti sekarang, maka new normal adalah bendera putih pemerintah," kata Irwan kepada CNNIndonesia.com, Rabu (27/5). 

Sinyal menyerah dari pemerintah, kata Irwan, terlihat dari sikap para menteri Jokowi yang mulai membandingkan risiko kematian corona dengan penyakit lain. 

Irwan mencontohkan pernyataan Menko Polhukam Mahfud MD yang menyebut kematian akibat kecelakaan lalu lintas sembilan kali lebih banyak daripada kematian akibat corona.

"Itu pembodohan masyarakat secara terang-terangan," tandas Irwan.

Anggota Komisi V DPR RI itu meminta pemerintah fokus menurunkan jumlah kasus corona jika hendak mencanangkan new normal. Dia juga berharap pemerintah meminta maaf kepada masyarakat Indonesia terkait penanganan pandemi ini. 

"Atas semua kekeliruan ini sebaiknya pemerintah legowo meminta maaf pada seluruh rakyat Indonesia," ujarnya. 

Sebelumnya, pemerintah mulai menggaungkan new normal di tengah pandemi virus corona. Hal ini dimulai saat Presiden Joko Widodo meminta rakyat berdamai dengan corona.

Rencana itu dilanjutkan dengan kunjungan Jokowi ke beberapa pusat keramaian di Jabodetabek. Dia memastikan protokol kesehatan siap diterapkan di tempat-tempat seperti stasiun MRT dan mal.

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto pun meneken Keputusan Menteri Kesehatan nomor HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. 

Namun Mahfud MD menyebut new normal masih pada tahap wacana untuk saat ini. Sebab belum ada keputusan resmi dari pemerintah kapan akan menerapkan new normal untuk menyikapi pandemi virus corona. (cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan