MENU TUTUP
Tinggal Tunggu Izin Edar,

Indonesia Segera Produksi Pendeteksi Covid-19

Sabtu, 12 Desember 2020 | 11:22:22 WIB
Indonesia Segera Produksi Pendeteksi Covid-19 ilustrasi internet

GENTAONLINE. COM - Dalam waktu dekat, Indonesia akan memproduksi alat pendiagnosis Covid-19 dengan harga terjangkau secara massal. Alat yang dinamakan GeNose itu bisa mendeteksi Covid-19 melalui hembusan napas. Selain murah, alat ini diklaim juga akurat dan bisa menunjukkan hasil diagnosis yang cepat.

 

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan alat ini akan diproduksi peneliti dari Universitas Gadjah Mada akan memproduksi alat diagnosis Covid-19 dengan harga terjangkau secara massal. Di mana, kata dia, alat yang dinamakan GeNose itu, bisa mendeteksi Covid-19 melalui hembusan napas.

     

"Ini inovasi yang luar biasa. Pertama alat itu mendeteksi virus itu adanya di saluran pernapasan, itu artinya nafas kita mengandung suatu senyawa yang bisa diindikasikan terpapar oleh Covid 19," kata Bambang dalam Ngobrol @Tempo secara virtual, Jumat, 11 Desember 2020.

 

Waktu pemeriksaan, kata dia, juga membutuhkan waktu cepat. Di mana, saat ia mencoba sendiri, pemeriksaan hanya membutuhkan waktu di bawah 3 menit. Sedangkan tingkat akurasi alat itu mencapai di atas 90 persen. "90 persen yang mencoba GeNose hasilnya konsisten dengan hasil yang dilakukan swab atau PCR. Jadi kita punya harapan ini bisa menjadi alternatif atau menyeimbangkan pemulihan dan penanganan kesehatannya," kata dia.

 

Dia menuturkan pada dasar saat ini semua sudah siap untuk diproduksi massal dan siap untuk dipakai. Para pengembang di UGM menyatakan masih ada satu laporan akhir yang perlu dilaporkan ke Kementerian Kesehatan agar alat tersebut mendapatkan izin edar.

 

Selain itu, para peneliti juga sudah menemukan plastik yang bisa menyimpan hembusan nafas, kemudian langsung dianalisa dengan mesin. Harga satu unit alatnya sekitar Rp 60 juta, tapi bisa dipakai untuk 100 ribu pemeriksaan. "Perkiraan biaya per pemeriksaan dengan menghitung operator, plastik, maka per tes di perkirakan Rp 15 ribu. Menurut saya, ini salah satu alat mendeteksi yang termurah tapi akurat," kata Bambang.(tmpo)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat