MENU TUTUP

Sekum PP Muhammadiyah Tolak Jadi Wakil Mendikbud Nadiem

Rabu, 23 Desember 2020 | 08:42:12 WIB
Sekum PP Muhammadiyah Tolak Jadi Wakil Mendikbud Nadiem

GENTAONLINE.COM - Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah Abdul Mu'ti memutuskan untuk tak bergabung mengisi kursi salah satu Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mendampingi Nadiem Makarim dalam Kabinet Indonesia Maju sisa masa jabatan 2019-2024. Hal itu ia ungkapkan dalam akun Twitter resminya @Abe_mukti, Rabu (23/12).

 

"Setelah melalui berbagai pertimbangan, saya memutuskan untuk tidak bergabung dalam Kabinet Indonesia Maju dalam jabatan wakil menteri," kata Abdul. Abdul lantas bercerita, dia sempat dihubungi oleh Mensesneg, Pratikno dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. Ia awalnya menyatakan bersedia bergabung jika diberi amanah.

 

Namun keputusan itu berubah. Ia mengaku berubah pikiran setelah mengukur kemampuan dirinya sendiri bila mengemban amanah tersebut. Ia berharap keputusan ini menjadi pilihan yang terbaik. "Saya merasa tidak akan mampu mengemban amanah yang sangat berat itu. Saya bukanlah figur yang tepat untuk amanah tersebut," kata Abdul.

 

Sebelumnya sempat beredar dokumen yang mencantumkan nama Abdul Mu'ti sebagai calon Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang akan dilantik Presiden Jokowi bersama 5 wakil menteri lainnya pada pagi ini. Akan tetapi, selang beberapa waktu kemudian muncul dokumen baru yang mencantumkan hanya lima Wamen yang akan dilantik Jokowi. Dokumen itu menunjukkan nama Abdul Mu'ti hilang.

 

Lantas, Jokowi hanya melantik 5 wakil menteri di Istana Negara sekitar pukul 09.30 WIB, hari ini. Mereka adalah Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono, Wakil Menteri Pertahanan, Letjen TNI Muhammad Herindra, Wakil Menteri BUMN, Pahala Nugraha Mansyuri, Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej dan Wakil Menteri Pertanian, Harvick Hasnul Qolbi.(cnn)

 

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan