MENU TUTUP

Pakar Lingkungan Sebut Lingkungan Hidup Harus Jadi Paradigma Pembangunan

Kamis, 05 Oktober 2017 | 01:07:00 WIB
Pakar Lingkungan Sebut Lingkungan Hidup Harus Jadi Paradigma Pembangunan DR. Elviriadi, M.Si

GENTAONLINE.COM-Terjadinya banjir akibat hujan deras di penghujung 2017 ini, diprediksi akan mengundang bencana alam di Provinsi Riau. Kondisi rawan bencana itu disebabkan aspek lingkungan hidup belum dijadikan paradigma (tolok ukur utama) pembangunan. Demikian disampaikan pakar lingkungan DR. Elviriadi, M.Si Rabu, 04 Oktober 2017.

"Ya, melihat rona lingkungan dan daya dukung ekologis, besar kemungkinan bencana banjir dan tanah longsor kelak melanda Riau" sebut Elviriadi.

Selain itu, hasil penelitian dan fikiran futurologis belum diapresiasi ke dalam kebijakan. Sejatinya pembangunan Indonesia saat ini benar-benar tanpa berbasis ilmu pengetahuan. Karena itu perencanaan lingkungan hanya sebatas pelengkap semata.

Namun demikian, masih menurut sosok yang akrab disapa Elv ini, terjadinya pembangunan tanpa memperhatikan aspek daya dukung lingkungan, sosial dan SDA (keanekaragaman hayati, genetik, fauna flora, sungai, kayu, dan lain-lain) itu sudah menjadi tradisi di negara berkembang. Negara maju menggantikan kerusakan ekosistem dengan teknologi dan industri, sedangkan Indonesia sibuk dengan politik transaksional tanpa strategi menyongsong masa depan.

Maka, biaya rehabilitasi dan penanggulangan banjir di Kampar dan Rohul tiap tahun menelan triliunan rupiah. Belum lagi jalan putus akibat longsor Sumbar - Riau yang membuat harga sembako melonjak.
"Saya kira masih perlu puluhan tahun lagi untuk pemilu yang melahirkan Green Leader. Kepala daerah/ negara yang ramah lingkungan. Tapi, akademisi dan publik figur harus terus mendorong, mengingatkan agar peradaban manusia tidak musnah ditelan bencana" terang Elviriadi yang juga Dosen UIN Suska ini. (Erik/grc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat