MENU TUTUP

Sudah berbulan-bulan, Izin Lab Biomolekuler RSD Madani untuk Test Swab Covid-19 Tak Juga Keluar

Rabu, 03 Februari 2021 | 09:48:57 WIB
Sudah berbulan-bulan, Izin Lab Biomolekuler RSD Madani untuk Test Swab Covid-19 Tak Juga Keluar ilustrasi

GENTAONLINE.COM - Sampai kini laboratorium (lab) biomolekuler milik Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru yang ada di RSUD Madani belum dibuka untuk umum. Sebab, izin operasional dari Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (BalitbangKes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tak kunjung keluar.

Anggota Komisi III DPRD Pekanbaru Zulkarnain mengatakan, Komisi III akan segera memanggil Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru untuk mengetahui apa yang menjadi pengganjal sehingga izin tersebut urung dikeluarkan oleh Kemenkes.

"Kita akan panggil, kita akan mendengarkan apa yang kurang dan yang belum terpenuhi. Laboratorium ini sangat dibutuhkan oleh pemerintah dan juga masyarakat," cakap Zulkarnain, Selasa (2/2/2021).

Selanjutnya, Komisi III juga akan turun langsung ke RSUD Madani guna meninjau sejauh mana kesiapan dari laboratorium tersebut. Setelah melakukan tinjauan, kemudian pihaknya akan langsung mengambil sikap bagaimana laboratorium ini segera direalisasikan.

"Bisa jadi kira turun duluan, lalu setelah itu baru memanggil Diskes dan direktur RSUD Madani untuk mendengarkan pendapatnya," jelasnya.

Sementara itu Ketua Komisi III DPRD Pekanbaru Yasser Hamidy menegaskan, ia akan segera melakukan komunikasi kembali dengan Kadiskes apa yang menjadi penyebab terganjalnya perizinan Laboratorium Biomolekuler tersebut.

"Kita berharap segera mungkin izin tersebut segera keluar, apalagi kasus Covid-19 semakin tinggi. Ini juga agar masyarakat terlayani dengan baik," jelasnya.

Senada dengan Zulkarnain, politisi PKS ini juga menegaskan Komisi III akan segera melakukan kunjungan ke RSUD Madani.

"Kita akan melihat kondisi realnya seperti apa, dan akan mencari tahu apa kendalanya sehingga izin tersebut belum keluar," pungkasnya.

Sebelumnya Kadiskes Pekanbaru, M Noer mengaku tidak tahu pasti kenapa hingga saat ini izin operasional laboratorium tersebut belum dikeluarkan Balitbang Kes. Ia berharap, izin operasional ini dapat segera diterbitkan agar laboratorium ini dapat beroperasi untuk umum.

"Tapi kita akan kejar, kalau lebih cepat (beroperasi) lebih baik," jelasnya.

Laboratorium biomolekuler ini sebelumnya digadang-gadangkan sebagai langkah upaya percepatan penanganan Covid-19. Laboratorium dengan kapasitas pemeriksaan 1.000 sampel dalam satu hari, ini akan memaksimalkan Satgas Covid-19 melakukan tracking atau pelacakan kontak erat pasien positif.

Pengadaan laboratorium ini memakan anggaran Rp7 miliar yang bersumber dari APBD tahun 2020. Diskes Pekanbaru menyiapkan 20 orang tenaga kesehatan yang bertugas di laboratorium biomolekuler ini.(ckp)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran