MENU TUTUP

Hati-hati Ahok saat Singgung Nabi Muhammad

Senin, 01 Maret 2021 | 09:16:29 WIB
Hati-hati Ahok saat Singgung Nabi Muhammad

GENTAONLINE.COM - Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kembali menyinggung ajaran Islam. Namun kali ini, Ahok lebih berhati-hati dalam mengungkap maksud yang ingin disampaikannya.

Hal ini terjadi ketika Ahok berbicara dalam acara Milad ke-9 Pesantren Motivasi Indonesia yang digelar secara virtual, Minggu (28/2).

Awalnya Ahok memberikan pandangannya mengenai kemandirian ekonomi di pesantren. Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, pesantren harus bisa seperti Nabi Muhammad SAW yang tak hanya berdakwah, namun juga berdagang.

Kendati begitu, Ahok langsung buru-buru meminta agar pesannya tidak disalahartikan karena menyinggung soal Nabi Muhammad.

"Ini mohon jangan jadi masalah ya. Saya berpikir Nabi Muhammad dulu bukan cuma dakwah ya, tapi juga dagang. Jadi ini jangan dipersoalkan nanti, ini nanti salah menafsirkan dan ribut lagi. Ini saya mohon-mohon maaf ini. Saya bikin disclaimer dulu ini," kata Ahok.

Penggambaran ini, kata Ahok, bertujuan mengingatkan para pesantren agar bisa mencapai kemandirian ekonomi. Menurutnya, seperti yang publik ketahui pesantren umumnya tak memiliki sumber penghasilan tetap.

Berdasarkan pepatah China yang dipegang Ahok, setiap hal harus mempunyai 'sumurnya' sendiri, termasuk pesantren. Dengan begitu, pesantren tak hanya bergantung pada sumber dana yang diberikan pihak lain dan tercapailah target kemandirian ekonomi tersebut.

"Itu yang harus dipikirkan, bagaimana dia bisa mendapatkan suatu penghasilan sendiri, yang sumurnya bisa menghidupi masyarakat di sekitarnya," ujarnya.

Untuk mempunyai sumur sendiri dan mencapai kemandirian ekonomi, Ahok menilai pesantren harus bisa memanfaatkan teknologi. Begitu juga dengan komunikasi dan jaringan yang besar.

Ia mengatakan masukan ini didapatnya dari hasil berkenalan dengan seorang kiai yang merupakan lulusan Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Tanpa menyebutkan nama, ia mengaku kiai itu merupakan kenalannya dari almarhum Saefullah yang pernah menduduki jabatan Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta pada era kepemimpinannya dulu.

"Jadi para santri dilatih bisnis, bukan hanya dilatih kerja, dilatih berbahasa Inggris dengan baik juga, mengerti tentang saham," katanya.

readyviewed Sebelumnya, Ahok pernah terjerat kasus penodaan agama usai menyinggung ajaran Islam pada 2016. Kala itu, Ahok menyitir Surat Al-Maidah 51 terkait dengan pemilihan umum. Ahok divonis 2 tahun penjara.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran