MENU TUTUP

TPU khusus COVID-19 Pekanbaru Masih Memadai

Jumat, 16 Juli 2021 | 10:00:19 WIB
TPU khusus COVID-19 Pekanbaru Masih Memadai

GENTAONLINE.COM - Meningkatnya kasus COVID-19 di Pekanbarumempengaruhi tingkat keterisian Tempat Pemakaman Umum (TPU) khusus di Tengku Mahmud Kota Pekanbaru yang kini sudah mencapai 969 makam.

Meski demikian, kondisi TPU khusus COVID-19 Tengku Mahmud Kota Pekanbaru tersebut masih memadai untuk menampung jenazah.

"TPU khusus COVID-19 itu luasnya dua hektare, sudah terpakai dan sekarang tinggal setengah hektare," kata Sekretaris Dinas Perkim Kota PekanbaruEdi Satriawan di Pekanbaru, Jumat.

"Yang tersisa setengah hektare lagi itu masih bisa menampung sekitar 350 jenazah pasien COVID-19," lanjutnya.

Ia juga menyebut, kalaupun yang sisa setengah hektare sudah terisi penuh, masih bisa disisip di antara makam yang lama sebab jarak di antara makam sebelumnya memang cukup jauh agar tidak terjadi longsor. Jaraknya masih bisa untuk satu makam lagi

"Jadi selain lahan setengah hektare tadi, kita masih bisa pakai lahan yang ada di antara makam yang sudah ada. Dulu jarak antara makam sengaja agak jauh agar tidak longsor, jadi di antara tanah makam yang sudah kering, bisa disisip untuk membuat makam baru," tukasnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Riau telah menerima wakaf tanah seluas 1,5 hektare untuk lokasi pemakaman jenazah pasien COVID-19.

Lahan yang berlokasi di Pasir Putih, Kabupaten Kampar, itu akan digunakan jika tanah pemakaman pasien COVID-19 meninggal dunia di Muara Fajar, Pekanbaru penuh.

"Ada warga yang mau mewakafkan tanah seluas 1,5 hektare kepada saya untuk pemakaman jenazah pasien COVID-19. Lokasinya di luar Pekanbaru, Pasir Putih," kata Gubernur Riau Syamsuar belum lama ini.

Gubri mengaku wakaf tanah itu pun sudah disampaikan ke Wali Kota Pekanbaru, jika nanti tempat pemakaman jenazah pasien COVID-19 di Muara Fajar itu sudah penuh. "Jadi kita bisa menggunakan lahan yang sudah disiapkan oleh warga kita itu di Pasir Putih," katanya.(ant)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat