MENU TUTUP

DPRD Riau Menilai Penerapan PPKM Tak Efektif

Jumat, 23 Juli 2021 | 14:06:31 WIB
DPRD Riau Menilai Penerapan PPKM Tak Efektif

PEKANBARU,Gentaonline.com - Ketua Komisi V DPRD Riau, Eddy Yatim menyebut penerapan Pembatasan Pergerakan Kegiatan Masyarakat tidak efektif. Penerapannya di Riau, katanya, lebih terasa dan lebih ketat waktu PSBB dibandingkan PPKM.

"Lebih efektif sewaktu PSBB ya, jadi ini kurang efektif (PPKM), dan tak signifikan menekan angka Covid-19,"  kata Edy Yatim, Jumat (23/7/2021).

Politisi Demokrat ini mengatakan memang sejak pandemi Covid-19, perekonomian di kalangan masyarakat ekonomi bawah semakin berat. Seandainya dilakukan pembatasan lanjutan, tentu akan lebih berat di masyarakat bawah.

"Kita terus lakukan pengawasan dan evaluasi atas penyaluran bantuan bantuan sosial dalam masa PPKM ini. Kita lihat banyak juga di luar yang belum dapat," katanya.

Dia juga berharap agar masyarakat bersabar akan kondisi ini dan juga terus menerapkan protokol kesehatan agar pandemi segera berlalu.

"Himbauan kita ke masyarakat ya bersabar lah, sama sama berdoa lah kita," tukasnya.(ckp)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar