MENU TUTUP

DPR: Polisi Jangan Gampang Tangkap Orang Secara Paksa

Rabu, 15 September 2021 | 08:53:44 WIB
DPR: Polisi Jangan Gampang Tangkap Orang Secara Paksa

GENTAONLINE.COM - Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani menanggapi sejumlah penangkapan yang dilakukan aparat kepolisian terhadap masyarakat yang membentangkan poster ke Presiden Joko Widodo (Jokowi). Ia mengingatkan kepolisian untuk tidak bertindak represif. 

 

"Kita intinya minta polisi bijak sesuai dengan semangat restorative justice yang dikumandangkan oleh kapolri, jadi jangan gampang tangkap orang secara paksa," kata Arsul di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (14/9).

Ia meminta aparat kepolisian untuk melakukan pendekatan secara dialog. Tindakan represif yang ditunjukkan aparat di daerah justru bertentangan dengan semangat restorative justice Kapolri.

"Kalau seperti itu sama saja tidak menghargai seruan dengan pimpinannya sendiri kalau di jajaran polisi daerah itu masih melakukan tindakan-tindakan yang bertentangan dengan semangat keadilan restoratif yang ditekankan kapolri," kata politikus PPP itu.

Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya di lapangan agar memiliki kebijaksanaan dan menghindari tindakan represif dalam menjalankan tugas. Ia mengatakan, kepolisian sebagai penegak hukum dan pelaksana Undang-Undang harus memiliki wawasan kebebasan berekspresi dan keamanan nasional sebagaimana amanah konstitusi.

 

"Saya sebagai ketua Komisi III meminta kapolri agar menginstruksikan kepada seluruh jajarannya di lapangan agar memiliki kebijaksanaan dalam mencari keseimbangan antara jaminan atas kebebasan berekspresi dan jaminan atas keamanan nasional serta penghormatan atas harkat dan martabat orang lain," ucap Herman.

Politikus PDI Perjuangan itu berharap, aparat kepolisian ke depan menghindari tindakan represif dan lebih mengedepankan upaya persuasif serta humanis. "Saya harap kepada kapolri, untuk meminimalisir tindakan represif terhadap aksi-aksi yang serupa dengan mengedepankan upaya-upaya persuasif dan pencegahan," katanya.

Sebelumnya, aparat kepolisian menangkap seorang pria yang membentangkan poster saat Presiden Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Blitar. Tidak hanya itu, sejumlah mahasiswa Universitas Negeri Solo (UNS) juga diciduk aparat lantaran membentangkan poster menyampaikan poster bertuliskan aspirasi untuk menyambut kedatangan Presiden Jokowi ke UNS, Senin (13/9).(rep)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran