MENU TUTUP

Pengendara Mobil Menikmati BBM Bersubsidi, Warga Pekanbaru Mengamuk di SPBU Ini

Sabtu, 28 Oktober 2017 | 15:37:25 WIB
Pengendara Mobil Menikmati BBM Bersubsidi, Warga Pekanbaru Mengamuk di SPBU Ini

GENTAONLINE.COM-Seorang pengendara motor warga Pekanbaru mengamuk di SPBU M-Poin 13.282.603 yang berada di Jalan Kharuddin Nasution, Jumat, 27 Oktober 2017 sekitar pukul 16:00 Pasalnya, ia dilarang mengantri di deretan Premium.

“TN mengatakan waktu mau pulang, TN berhenti di SPBU ingin ngisi bensin, saya lihat ada mobil di antrian Premium, sementara antrian motor hanya Pertalite, saya masuk antrian mobil,” ujar TN

 Saat ia ingin mengantri dan menyatakan diri ingin menikmati premium (BBM bersubsidi), TN mendapat penolakan dari wanita petugas pengisian, TN tetap bersikeras karena ini premium subsidi TN juga punya Hak untuk bisa menikmati BBM bersubsidi, sebagai pengendara motor dan warga dengan berpenghasilan pas-pasan, dia merasa lebih berhak menikmati premium subsidi ini.

“Saat itu ada security lalu terjadi adu mulut, minta agar TN pindahkan motor karena ini antrian mobil, TN pun menolak karena ingin isi bensin, kenapa mobil boleh isi bensin sementara motor dipaksa pakai Pertamax dan Pertalite yang tidak bersubsidi,” terang TN

Dari adu mulut itu pun terjadi aksi tolak menolak antara security SPBU dan TN yang akhirnya TN mengaku mendapat perlakuan kasar dari scurity, TN mengalami luka cakaran di tangannya. Atas peristiwa ini, TN kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Bukit Raya. Meski akhirnya motor TN tetap diisi bensin oleh petugas security walau tanpa ikhlas dan pelayanan yang tidak menyenangkan.

Atas kejadian ini, awak media mencoba mendatangi SPBU dan menemui seorang laki-laki di kantor SPBU yang mengaku bernama Obil sebagai Supervisor, dan juga bertemu dengan security yang dimaksud yang ternyata bernama Jaya.

Kepada wartawan Obil menjelaskan bahwa aturan yang mengharuskan motor beli pertalite bukan premium merupakan aturan dari SPBU tersebut, bukan dari Pertamina.

“Kita kan kerja, jalankan aturan perusahaan, kalau dari Pertamina kan satu untuk motor satu untuk mobil, tapi perusahaan ya (bikin satu untuk mobil, red),” terangnya.

Obil juga mengatakan bahwa SPBU ini milik Mulyadi, namun pemilik belum mengetahui kejadian ini. Dimana kebijakan perusahaan yang hanya menyediakan premium subsidi untuk mobil bukan untuk motor.

Dalam Hal ini Pertamina serta penegak hukum agar mengambil tindakan tegas kepada pelaku usaha SPBU tersebut dan memproses hukum kepada oknum scurity yang arogan.”ujar TN. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan