MENU TUTUP

Sri Mulyani Minta Perketat Pengawasan Barang Impor

Jumat, 20 Desember 2019 | 13:56:15 WIB
Sri Mulyani Minta Perketat Pengawasan Barang Impor

GENTAONLINE.COM - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, meminta kepada seluruh jajaran di Lingkungan Kementerian Keuangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap serbuan barang-barang impor ilegal. Sebab, di tengah kondisi gejolak ekonomi dunia membuka celah terhadap barang-barang impor.

"Iya kita semua harus meningkatkan kewaspadan karena dinamika yang terjadi selama ini kan memang menunjukkan dengan adanya ekonomi digital memungkinkan masuknya barang-barang dari luar secara lebih mudah ke Indonesia. lebih lancar," kata dia saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, fenomena tersebut tampak nyata jika berkaca pada dunia usaha di Tanah Air yang mengalami tekanan cukup besar. Hal itu dikaranakan banjirnya impor tekstil dari negara-negara luar. Sehingga dirinya meminta betul kepada seluruh jajarannya untuk mengantisipasi hal tersebut.

"Oleh karena itu saya minta ke semua pejabat untuk benar-benar mewaspadai. Apakah yang masuk ini benar-benar legitimat dari sisi proses, dari sisi pajak yang harus dibayarkan dan dari sisi kempuan dari masyarakat atau industri kita untuk berkompetisi secara fair dengan barang-barang yang berasal dari luar," jelas Sri Mulyani.

Bendahara Negara ini menegaskan kondisi yang sedemikian rupa ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah. Mengingat sesuai dengan arahan dan prioritas Presiden Joko Widodo ingin menjaga kompetitif perekonomian dalam negeri. "Pesan bapak presiden untuk kita jaga perekonomian dari serbuan barang ilegal maupun impor akibat terjadinya perang dagang.

Kita harus mampu menjaga perekonomian kita agar tetap bisa tumbuh kompetitif, tidak tertutup dan inefisien tapi kompetitif namun juga waspada serbuan barang-barang misalnya ilegal maupun barang-barang yang melalui proses produksi yang tidak baik," jelas dia. Menteri Keuangan Sri Mulyani memberi sambutan saat memberikan apresiasi dan penghargaan kepada 30 Wajib Pajak (WP) di Jakarta, Rabu (13/3). 

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan Indonesia harus mewaspadai dampak dari pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Sebab kondisi ini akan mempengaruhi kondisi ekonomi global.

“Bagi kita tentu dari sisi politik dinamika proses politik yang terjadi di negara itu. Kita hormati saja yang terjadi di proses itu. Bagi kita yang harus diwaspadai yaitu pengaruh merembes ke perekonomian kita,” kata dia, di kantornya, Jakarta, Kamis (19/12).

“Ini suatu proses politik di AS yang elite sangat terbelah antara republikan dan demokrat yang telah menimbulkan sesuatu ketegangan dan kondisi politik yang eskalasinya sangat tinggi sampai kepada impeachment. Sebagai negara ekonomi terbesar di dunia dinamika ini akan memberikan pengaruh,” ujarnya.

Dampak pertama, kata dia, akan mempengaruhi confidence atau kepercayaan diri AS jelang pemilu 2020. “Ini akan menimbulkan confidence yang melemah dari pelaku ekonomi sehingga mempengaruhi kesehatan ekonomi Amerika perlu kita waspadai. Karena seperti saya sampaikan tadi AS merupakan satu satunya negara maju yang relatif tumbuhnya cukup kuat. Tetapi kemarin suku bunga federal Reserve sudah berhenti naik,” ujar Sri Mulyani.

Hal itu, diprediksi akan semakin parah dengan adanya gejolak politik berupa pemakzulan tersebut. “Ditambah dinamika politik tentu akan memberikan pengaruh terhadap ekonomi AS. Sementara ekonomi di negara lain tidak menunjukan adanya positive turn. Jadi 2020 kita harus betul-betul mewaspadai dinamika ini,” tegasnya.

Namun dia optimis Indonesia akan mampu menghadapi tantangan ekonomi global di tahun-tahun berikutnya. Namun kewaspadaan masih perlu ditingkatkan.

“Namun kalau angka di Oktober dan November sudah menunjukan belokan yang positif ini adalah modal yang cukup baik. Kita harap desember ini biasanya ada faktor seasonality ini bisa menjadi lebih positif. Dari Sisi penerimaan pajak sektor sektor menunjukan adanya penguatan. Ini nanti akan bagus untuk masuk di tahun 2020. Namun kewaspadaan harus kita tinngkatkan,” tutupnya.(l6c)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat