MENU TUTUP

Tour De Siak 2022 Akan Digelar November

Sabtu, 03 September 2022 | 09:07:45 WIB
Tour De Siak 2022 Akan Digelar November

GENTAONLINE.COM - Event Tour De Siak direncanakan akan digelar pada akhir November 2022 setelah vakum dua tahun akibat Pandemi Covid-19. 

"Bahwa Tour De Siak 2022 bakan dilaksanakan pada November," kata Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, SF Hariyanto saat memimpin Rapat Lanjutan Persiapan Pelaksanaan Event Tour De Siak Tahun 2022 di Ruang Rapat Kenanga Kantor Gubernur Riau, baru-baru ini.

Diketahui, pada event balap sepeda tersebut akan ada tiga etape yang akan dilalui oleh para peserta Tour De Siak 2022. "Kita sudah siapkan semua," ujar SF Hariyanto. 

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Riau, Roni Rakhmat mengatakan, pihaknya telah mengajukan pelaksanaan Tour De Siak tahun ini digelar 24 sampai 27 November mendatang. 

Untuk rute, city tour Siak pembukaan, rute kedua Siak ke Pekanbaru, rute ke tiga city tour Pekanbaru. "Jadwal masukan pada 24 sampai 27 november 2022," tutup Roni. (rtc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar