Anggota MPR Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan Bersama Insan Pers di Riau
Foto:
PEKANBARU — Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Syahrul Aidil Maazat, menggelar kegiatan sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama insan pers di Persatuan Wartawan Indonesia Riau, Pekanbaru, Senin (16/3/2026).

Kegiatan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama itu dihadiri puluhan jurnalis dari berbagai media di Provinsi Riau. Suasana berlangsung hangat dan interaktif, dengan diskusi seputar peran negara dalam melindungi masyarakat, khususnya fakir miskin dan anak terlantar.
Dalam pemaparannya, Syahrul menyoroti amanat Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 34 ayat (1) yang menyebutkan bahwa fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara.
Menurutnya, ketentuan tersebut menegaskan kewajiban konstitusional negara untuk menjamin kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kebijakan sosial.
“Negara tidak boleh abai terhadap kelompok rentan. Pasal 34 bukan hanya teks hukum, tetapi mandat moral untuk memastikan keadilan sosial benar-benar dirasakan masyarakat,” kata Syahrul dalam penyampaian materinya.
Ia menjelaskan, tanggung jawab negara mencakup penyediaan jaminan sosial, akses pendidikan yang layak, layanan kesehatan, serta pemerataan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Syahrul juga mengaitkan perlindungan terhadap fakir miskin dan anak terlantar dengan nilai-nilai Empat Pilar Kebangsaan, yakni Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Menurutnya, sila kelima Pancasila yang berbunyi “Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” menjadi landasan penting dalam memastikan negara hadir melindungi masyarakat yang membutuhkan.
Ia menilai pemahaman terhadap empat pilar tersebut penting bagi insan pers agar pemberitaan yang dihasilkan tidak hanya informatif, tetapi juga mampu memberikan edukasi serta memperkuat karakter kebangsaan di tengah masyarakat.
Selain merujuk pada konstitusi, Syahrul juga menyinggung nilai-nilai keagamaan yang mendorong kepedulian sosial. Ia menyebut ajaran Islam memberikan perhatian besar terhadap kelompok fakir dan miskin serta mendorong umat untuk saling membantu.
“Dalil-dalil agama sejalan dengan konstitusi. Artinya, membantu fakir miskin bukan hanya kewajiban negara, tetapi juga kewajiban moral setiap umat,” ujarnya.
Di akhir kegiatan, Syahrul menyampaikan apresiasi kepada insan pers yang terus menjaga independensi serta menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat.
“Pers adalah mitra strategis bangsa. Melalui pemberitaan yang bernilai edukasi, pers dapat memperkuat nasionalisme dan menjaga persatuan,” katanya.
Acara kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana kebersamaan antara legislator dan para jurnalis yang hadir. (Lelek)