MENU TUTUP

Tumpukan Sampah di HR Subrantas Panam Ujung Dikeluhkan Warga, PT EPP Diduga Tidak Becus

Sabtu, 11 Januari 2025 | 08:33:13 WIB
Tumpukan Sampah di HR Subrantas Panam Ujung Dikeluhkan Warga, PT EPP Diduga Tidak Becus

Pekanbaru, Sabtu (11/1) — Tumpukan sampah yang menggunung di Jalan HR Subrantas, tepatnya di depan Gudang Coca-Cola Panam Ujung, Kelurahan Tuah Madani, menuai keluhan dari masyarakat. Sampah yang sudah berhari-hari tidak diangkut tersebut menyebabkan bau busuk dan pemandangan tidak sedap di kawasan tersebut.

Yogi, salah seorang warga yang melintas, mengungkapkan rasa kecewanya. “Sampah ini sudah berhari-hari dibiarkan begitu saja. Kita sebagai warga membayar retribusi, tapi pelayanan seperti ini mengecewakan. Kontraktornya kerja tidak becus,” ujarnya.

Masalah ini semakin menonjol karena PT Ella Pratama Perkasa (EPP), yang kini mengelola pengangkutan sampah di seluruh zona Pekanbaru, termasuk Zona Panam, diduga tidak menjalankan tugasnya dengan baik. Sebelumnya, PT Godang Tuah Jaya (GTJ) mengelola pengangkutan sampah di wilayah tersebut. Namun, sejak 2025, PT EPP mengambil alih pengelolaan sampah di seluruh kota, dengan kontrak senilai Rp33 miliar.

Beberapa hari sebelumnya, Tokoh Pers Riau, Novrozon Burman, mengkritik pengelolaan sampah di Pekanbaru. Kritik ini muncul karena tumpukan sampah yang semakin menumpuk di berbagai titik kota, termasuk di daerah Panam. Pasca-kritik, sampah sempat hilang beberapa saat, namun tak lama kemudian tumpukan sampah kembali muncul dan dibiarkan begitu saja. Hal ini semakin menambah kekecewaan warga terhadap kinerja PT EPP.

Banyak warga menduga kelalaian ini terjadi akibat kurangnya persiapan dari kontraktor pengangkut sampah yang diduga kekurangan armada dan dana operasional untuk menjalankan tugasnya. "Kontraktor pengangkut sampah ini sepertinya hanya bekerja asal-asalan. Kalau memang tidak mampu, lebih baik diganti dengan yang profesional. Jangan sampai warga yang jadi korban," ujar seorang warga lainnya.

Tidak hanya kontraktor yang mendapat sorotan, tetapi juga Camat Tuah Madani dan Lurah Tuah Madani. Warga menilai kedua pejabat tersebut gagal memberdayakan RT dan RW untuk menertibkan masalah sampah di wilayahnya. "Camat dan Lurah tidak becus. Mereka seharusnya bisa memberdayakan RT dan RW untuk bekerja sama menertibkan sampah, tapi kenyataannya masalah ini terus berlarut-larut," ujar warga lainnya.

Warga juga mempertanyakan pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru terhadap kinerja kontraktor yang mereka tunjuk. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan untuk mengevaluasi kinerja PT EPP dan memastikan pengangkutan sampah kembali berjalan lancar.

“Kita minta DLHK segera turun ke lapangan dan mengevaluasi kontraktor. Kalau terus dibiarkan, ini akan semakin parah, apalagi bau busuknya sudah sangat mengganggu,” tegas Yogi.

Hingga Sabtu, belum ada tanda-tanda pengangkutan sampah di lokasi tersebut. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menyelesaikan masalah ini agar kebersihan dan kenyamanan di sekitar kawasan HR Subrantas kembali terjaga. (rls/edy)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar