MENU TUTUP

Warga Hentikan Truk RAPP, Jalan Rusak Diduga Akibat Angkutan Kayu

Jumat, 26 September 2025 | 08:01:53 WIB
Warga Hentikan Truk RAPP, Jalan Rusak Diduga Akibat Angkutan Kayu Mobil pengangkut kayu Ilegal

Kuantan Singingi– Sejumlah warga Kecamatan Benai, Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, menghentikan truk angkutan kayu milik PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), Rabu (24/9/2025). Aksi spontan itu dipicu kerusakan jalan daerah yang dinilai semakin parah akibat dilintasi kendaraan bermuatan berat milik perusahaan.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Benai, Ahmad Fathoni, mengatakan kerusakan jalan sudah lama dikeluhkan masyarakat. Namun, pihak perusahaan dinilai belum mengambil langkah nyata.

“Perusahaan sebesar itu seharusnya paham arti tanggung jawab sosial. Jangan hanya mengeruk keuntungan, tetapi beban ditanggung masyarakat. Jalan rusak, warga yang jadi korban,” ujar Ahmad.

Pemerintah Desa Talontam diketahui sudah dua kali melayangkan surat resmi kepada RAPP untuk meminta perhatian, namun hingga kini belum ada respon. Sementara itu, warga menyebut kerusakan jalan sudah menimbulkan korban. Dalam sepekan terakhir, sedikitnya tiga pengendara terjatuh saat melintas di ruas jalan yang berlubang dan tergenang air.

Praktik pembiaran yang menyebabkan kerusakan jalan berpotensi melanggar sejumlah aturan.

UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Pasal 274 ayat (1) mengatur, setiap orang yang merusak jalan dapat dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp24 juta.

UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, Pasal 12 ayat (1) menyebut pengguna jalan wajib menjaga keutuhan jalan, sementara Pasal 63 menegaskan pihak yang merusak jalan wajib mengganti kerugian.

UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, Pasal 69 melarang perbuatan yang mengakibatkan kerusakan lingkungan. Ancaman pidananya mencapai 3 tahun penjara dan denda hingga Rp3 miliar.

Ahmad menegaskan, warga tidak akan berhenti menghadang truk perusahaan hingga ada langkah nyata perbaikan jalan. “Kami hanya ingin hak kami sebagai warga dihormati. Jalan ini aset daerah, nilainya miliaran rupiah, dan harus dijaga bersama,” katanya. (lelek)

 

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar