MENU TUTUP

Setelah Viral Video Kutuk Kades Jika Tak Pilih Jokowi, ini Penjelasan Bupati Kuningan

Kamis, 21 Februari 2019 | 15:54:25 WIB
Setelah Viral Video Kutuk Kades Jika Tak Pilih Jokowi, ini Penjelasan Bupati Kuningan

GENTAONLINE.COM-Bupati Kuningan, Jawa Barat, Acep Purnama memenuhi panggilan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) untuk mengklarifikasi ucapannya yang melaknat Kepala Desa tidak mendukung Jokowi dalam pilpres.

"Saya dimintai penjelasan (oleh Bawaslu) tentang kegiatan itu, karena ada yang menimbulkan rasa tak nyaman," kata Acep setelah memberikan klarifikasi di kantor Bawaslu, Kuningan, Rabu (20/2).

Menurut Acep, Bawaslu meminta klarifikasi terkait kehadirannya dalam acara deklarasi dukungan Tim Akar Rumput Kabupaten Kuningan kepada capres dan cawapres nomor urut 01 Jokowi- Ma'ruf Amin. Acep diperiksa terkait kehadirannya sebagai Bupati Kuningan atau atas nama pribadi. "Saya (datang ke deklarasi dukungan Tim Akar Rumput Kabupaten Kuningan) sebagai kader," kata Acep. Dilansir Antara.

Acep mengakui merupakan bagian tim pemenangan capres dan cawapres nomor urut 01 di Kabupaten Kuningan. Dalam deklarasi itu dia mengaku ingin memotivasi para kader Tim Akar Rumput untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin.

Menurut Acep, salah satu keberhasilan Jokowi adalah menggulirkan dana desa, itu bisa menjadi materi untuk memotivasi para kader. Dia menambahkan selama ini tidak pernah mengarahkan kepala desa dan perangkat desa di Kuningan untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin. "Kebetulan ada keberhasilan yang dilakukan Pak Jokowi yaitu digulirkannya dana desa. Walaupun ada yang memberi masukan itu program Pak SBY juga, tetapi materi itu bisa menyemangati teman-teman untuk membangun Indonesia dari pinggiran," ujarnya.

Sebelumnya, sebuah video berdurasi 33 detik Bupati Kuningan Acep Purnama membicarakan tentang alokasi dana desa. Acep menyebutkan bahwa para kepala desa diangkat harkat martabatnya oleh Jokowi. "Jokowi nyawer ke desa-desa, sehingga desa bisa dibangun, kepala desa bisa diangkat harkat, martabat dan derajatnya karena berhasil memimpin di desanya. Makanya sampaikan kepada kepala desa dan perangkat desanya, kalau ada yang tidak mendukung Jokowi berarti laknat," kata Acep dalam video tersebut.

Video itu sendiri diambil saat Bupati Kuningan memberikan sambutan pada acara deklarasi pasangan capres dan cawapres urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin yang dilakukan Tim Akar Rumput-Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Sabtu (16/2) lalu.

Kehadiran Acep dalam acara itu menjadi sorotan Bawaslu. Bawaslu kemudian memanggil Bupati Acep Purnama terkait pernyataannya yang viral di dunia maya yang mengutuk kepala desa (kades) 'laknat' jika tidak mendukung Jokowi. "Bupati, nanti Rabu mau klarifikasi (terkait vidio yang viral)," kata Koordinator Divisi Pengawasan Humas dan Hubungan antar-Lembaga Bawaslu Kuningan, Abdul Jalil Hermawan saat dihubungi dari Cirebon, Senin (18/2).

Menurut Jalil, pihaknya sudah mengirimkan laporan ke Bawaslu Provinsi terkait pernyataan Bupati Acep yang menjadi viral di dunia maya. Namun pihaknya masih melakukan kajian-kajian dan pengawasan serta belum bisa menentukan apakah pernyataan Bupati Acep masuk pelanggaran Pemilu atau bukan. "Kita sedang melakukan kajian dan melakukan pengawasan. (Untuk indikasi adanya pelanggaran) kita belum bisa bicara karena masih internal kita dan masih dalam kajian," ujarnya.

Sementara untuk berkas yang dilaporkan ke Provinsi Jawa Barat, kata Jalil, sudah dipastikan lengkap dan dipastikan laporan yang dikirimkan ke Bawaslu Provinsi itu murni berdasarkan aturan tanpa ada tekanan.

"Kita berdasarkan aturan saja, tidak berdasarkan tekanan atau viral tidak viralnya," tuturnya. (*)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar