MENU TUTUP

Ratusan Aparat Polri dan TNI Gelar Simulasi Sispamkota di Bangkinang

Jumat, 29 Maret 2019 | 15:33:41 WIB
Ratusan Aparat Polri dan TNI Gelar Simulasi Sispamkota di Bangkinang

GENTAONLINE.COM-Ratusan aparat Polri dan TNI gelar Simulasi Sispamkota (Sistem Pengamanan Kota) dalam rangka pengamanan Pileg dan Pilpres tahun 2019 di Wilayah Hukum Kampar, Jum'at pagi (29/3) di Bangkinang. Kegiatan ini diikuti 248 Personel dari Polres Kampar dan Polsek Jajaran, 1 SST Personel PHH Brimob Polda Riau, 1 SST Anggota Kodim 0313/ KPR, 1 SST Anggota Yonif 132/ Bimasakti, 55 Personel Satpol PP Kampar, dengan Kordinator Kegiatan Simulasi yaitu Kabag Ops Kompol Franky Tambunan ST.

Hadir menyaksikan Simulasi Sispamkota ini Kapolres Kampar AKBP Andri Ananta Yudhistira SIK MH beserta Pejabat Utama Polres Kampar dan Kapolsek Jajaran, Bupati Kampar yang diwakili Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Drs. Zulia Dharma, Dandim 0313/ KPR yang diwakili Kasdim Mayor Inf. Armen Koto.

Juga hadir Ketua KPU Kabupaten Kampar Drs. Ahmad Dahlan, Perwakilan Bawaslu Kabupaten Kampar, Kasatpol PP Kampar yang diwakili Sekretaris Pol PP Drs. Agustar MSi serta perwakilan dinas Instansi terkait lainnya. 

Skenario Simulasi Sispamkota ini diawali adanya informasi yang diterima Jajaran Polres Kampar, bahwa salah satu Caleg yang tidak terpilih dalam Pileg 2019 merasa tidak puas dan memprovokasi massa untuk melakukan Aksi Unras ke Kantor KPU Kab. Kampar.

Kapolsek Bangkinang Kota lakukan persiapan untuk pengamanan aksi Unras dan kemudian mengawal Massa Unras menuju Kantor KPU Kampar untuk menyampaikan aspirasinya. 

Selanjutnya Tim Negosiasi dari Polres Kampar menemui Massa Unras didepan Kantor KPU Kampar, dan melakukan dialog agar massa tertib dan meminta perwakilan massa untuk dipertemukan dengan Ketua KPU Kampar serta komisionernya. 

Perwakilan massa tidak puas dengan penyampaian Ketua KPU Kampar yang menolak tuntutan mereka untuk menggelar Pemilu ulang, massa semakin bertambah banyak dan kemudian memaksa untuk memasuki kantor KPU Kampar dengan menerobos blokade Dalmas Awal. 

Kemudian dilakukan Lapis Ganti dari Pleton Dalmas Awal kepada Pleton Dalmas Lanjut (Dalmas Inti).
Massa kembali dihimbau untuk tertib namun mereka tidak mau menerima dan mulai anarkis dengan melakukan pembakaran ban serta pelemparan kepada petugas.

Karena situasi sudah anarkis dilakukan Lapis Ganti dari Dalmas Inti Polres Kampar kepada Pleton PHH Brimob Polda Riau. 

Tim PHH Brimob menghadang massa dan menghalau massa agar mundur dari halaman kantor KPU Kampar, dilakukan penembakan gas air mata serta penyemprotan air oleh kendaraan Taktis AWC (Armoured Water Cannon) untuk memecah massa dan membubarkannya. 

Tim Raimas menyusul untuk menambah perkuatan dan mengamankan para Provokator, sementara petugas kesehatan mengamankan massa yang terluka. 

Setelah massa bubar dilakukan konsolidasi sebagai Tahap Pengakhiran dengan melakukan pengecekan pasukan serta peralatan yang digunakan. Setelah situasi kondusif kembali dilakukan patroli rutin oleh Sat Sabhara Polres Kampar ke kawasan kantor KPU Kabupaten Kampar. (rls)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran