MENU TUTUP

Ketua DPRD Riau Minta BNN Tes Urine Semua Kepala Daerah

Rabu, 22 Januari 2020 | 09:20:43 WIB
Ketua DPRD Riau Minta BNN Tes Urine Semua Kepala Daerah

GENTAONLINE.COM - Ketua DPRD Provinsi Riau, Indra Gunawan Eet mengatakan bahwa pihaknya sudah meminta petunjuk kepada Kapolda Riau, dan meminta kepada Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk melakukan tes urine kepada kepala daerah se-Riau dan pejabat eselon II, III, dan IV.

"Kita dengan tegas meminta agar BNN melakukan tes urine ke seluruh kepada daerah dan wakilnya, di Riau, pejabat eselon II, III, dan IV. Ini guna untuk memerangi narkoba di Riau," kata Eet, Selasa (21/1/2020).

Politisi Golkar ini mengatakan, nanti langsung dirinya sebagai ketua DPRD Riau yang melakukan tes urine tersebut. Ia juga meminta agar sebisa mungkin tes urine tersebut dilakukan dalam pekan ini.

"Kepada BNN dalam leading sektornya ini, kita minta BNN lakukan tes urine. Ini guna memerangi narkoba, kita harus transparan," cakap Eet lagi.

"Ini perlawanan kita bersama melawan narkoba di Riau, hari ini suka tak suka pintu gerbang narkoba ini masuk dari Riau. Jadi kita minta. Kepada daerah, pejabat dan DPRD juga tes urine," tukasnya.(ckc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

FAJI Riau Ingatkan Iskandar Hoesin Jangan Halalkan Segala Cara

2

Aktivitas Galian C di Sungai Jalau Diprotes, 250 Warga Kampar Utara Desak Penutupan

3

Penetapan Pimpinan PT SPRH Dinilai Cacat Prosedur, HMI Badko Riau-Kepri Wanti-wanti BUMD Jadi 'ATM'

4

Pajak Sawit Rp1.700 per Batang Berpotensi Rp2 Triliun, KOPARI Usul Tarif Digandakan Jadi Rp4 Triliun

5

Silaturahmi dan Konsolidasi Pimpinan Fakultas dan Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN Sultan Syarif Kasim Riau

6

Aktivis Desak KPK Usut Dugaan Fee 5 Persen Tunda Bayar di Pemko Pekanbaru

7

Jeritan Guru PPPK Rohil Menggema di Jakarta 'Menitipkan Nasib' ke BKN dan KemenPAN-RB

8

Mahasiswa Desak Tangkap Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Disebut Biang Kerok Korupsi Riau

9

Proyek Jalan APBD Rp148,8 Juta di Bengkalis Molor, Indikasi Kelalaian hingga Dugaan Korupsi Mencuat