MENU TUTUP

BPKH Gencarkan Gerakan Ayo Haji Muda

Kamis, 23 Januari 2020 | 11:20:41 WIB
BPKH Gencarkan Gerakan Ayo Haji Muda

GENTAONLINE.COM - Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) tahun ini akan memaksimalkan program Mari Tunaikan Haji Selagi Muda (Mina). Program ini untuk mendorong generasi milenial mendaftar haji di usia muda sehingga diharapkan dapat meningkatkan dana kelolaan. BPKH tahun ini menargetkan dana kelolaan Rp 132 triliun dengan nilai manfaat yang diperoleh Rp 8 triliun.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Ahmad Iskandar Zulkarnain menjelaskan, saat ini penduduk Muslim yang berusia di atas 25 tahun sebanyak 88 juta orang, dengan 27 juta dari kalangan mampu. "Sekarang baru 10 juta orang yang sudah haji dan empat juta daftar tunggu. Jadi sisanya sedang disosialisasi untuk daftar haji selagi muda," ujar Iskandar di Jakarta, Rabu (22/1).

Syarat haji adalah istitha'ah (mampu) baik finansial maupun fisik. Namun, saat ini 76 persen pendaftar haji berusia di atas 40 tahun. Sedangkan masa tunggu haji rata-rata selama 20 tahun. "Kalau daftar usia 40 tahun dan naik haji usia 60 tahun ke atas, maka secara fisik akan berat. Kalau sejak muda daftar, saat gilirannya masih kuat secara fisik," kata Iskandar.

Program yang memiliki gerakan "Ayo Haji Muda" ini telah disosialisasikan ke berbagai kampus di Indonesia dengan menyertakan para dai yang akrab dengan kaum milenial. Selain itu, juga dilakukan pameran dengan biro perjalanan haji untuk menarik minat kaum milenial di kampus. Dalam sosialisasi pun diberikan simulasi menabung untuk uang pendaftaran haji. Dengan ini, kaum muda diyakinkan tertarik menabung demi naik haji.

"Sebentar lagi bonus demografi jadi kami harus antisipasi terkait dengan kemauan dan keinginan mereka. Kami juga sedang membuat fintech perhajian yang cocok untuk milenial," kata Iskandar. Kepala BPKH Anggito Abimanyu menambahkan, program ini juga selaras dengan Visi Arab Saudi 2030 yang akan menuju digitalisasi. Saat ini, Arab Saudi sudah melaksanakan sistem pendaftaran dan pengurusan visa umrah secara online. Sedangkan untuk visa haji, akan diberlakukan online tahun depan.

"Start up Indonesia belum ada sama sekali yang menjadi sistem yang dihubungkan dengan sistem tersebut, maka kami secara informal masuk ke sistem ini," ujar Anggito. BPKH melalui Kementerian Kominfo tengah mengupayakan agar biro perjalanan haji dan umrah diikutsertakan dalam sistem tersebut. "Kami berharap (sistem) bisa dikeola biro perjalanan haji umrah sehingga kita jadi bagian dalam Visi 2030 Arab Saudi," kata Anggito.(irc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan