MENU TUTUP

Tolak RUU Sisdiknas, Aptisi Tuntut Pembubaran LAM-PT Hingga Hapus Jalur Mandiri PTN

Kamis, 29 September 2022 | 08:50:35 WIB
Tolak RUU Sisdiknas, Aptisi Tuntut Pembubaran LAM-PT Hingga Hapus Jalur Mandiri PTN
GENTAONLINE.COM - Unjuk rasa menolak Rancangan UU (RUU) Sisdiknas telah digelar Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Seluruh Indonesia (Aptisi) di Istana Negara, Gedung DPR RI, dan Kemendikbud RI. Aksi ini turut diikuti ratusan pengurus Aptisi pusat serta perwakilan dari Aptisi se-Indonesia.
 

Rektor Universitas Al-Asyariah Mandar, yang juga perwakilan dari Aptisi Sulawesi Barat, Chuduriah Sahabuddin mengurai bahwa aksi ini merupakan gerakan kaum intelektual dan rektor perguruan tinggi baik negeri maupun swasta. Semua, sambungnya, bersatu dalam kegelisahan menghadapi rezim yang semakin tidak bersahabat.

“Dan tidak berpihak kepada rakyat,'' tegasnya kepada wartawan, Kamis (29/9).


Dalam berbagai aksi ini, Aptisi Seluruh Indonesia mengajukan keberatan atas terbentuknya Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi (LAM-PT). Hal itu lantaran LAM-PT berindikasi pada bisnis dan membebani perguruan tinggi swasta.

Penasehat Aptisi Wilayah II-B Lampung, Achmad Farich mengatakan, ada tiga tuntutan utama yang dilayangkan kepada pemerintah.

“Pertama pembubaran LAM-PT karena saat ini menjadi lembaga akreditasi yang komersil, semuanya berbayar. Hal itu menjadi beban bagi perguruan tinggi swasta karena biaya besar yang harus dikeluarkan," Achmad Farich.

Kemudian, penghapusan uji kompetensi yang merupakan syarat kelulusan. Juga meminta agar uji kompetensi itu dikembalikan lagi ke perguruan tinggi. Biarlah pihak kampus yang menentukan kelulusannya.

“Ketiga, penghapusan penerimaan mahasiswa baru melalui jalur mandiri di perguruan tinggi negeri (PTN). Karena kita menilai prosesnya yang panjang untuk penerimaan mahasiswa. Karena kita menilai disitu ada celah untuk memperpanjang tahap penerimaan," tegas Rektor Universitas Malahayati ini.(rml)

Aptisi sendiri sudah membicarakan hal ini kepada Komisi X DPR RI. Jika memang masih belum ada tanggapan dari pihak terkait, maka Aptisi akan melakukan aksi lebih besar lagi.

“Kami akan menggerakan mahasiswa yang ada di universitas," kata Achmad Farich.

 
Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat