MENU TUTUP

Menkes: Tak Ada Kompensasi ke Warga Natuna, Kecuali Doa

Selasa, 04 Februari 2020 | 14:37:25 WIB
Menkes: Tak Ada Kompensasi ke Warga Natuna, Kecuali Doa

GENTAONLINE.COM - Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto mengatakan tak ada kompensasi bagi warga Natuna di sekitar lokasi karantina 238 WNI yang baru dievakuasi dari Hubei, China karena wabah virus novel corona (2019-nCov).

Terawan mengatakan kompensasi untuk warga Natuna adalah doa. Sebab itu ia meminta masyarakat untuk mendoakan hal-hal baik bagi warga Natuna dan 238 orang yang sesang diobservasi.

"Saya kan Menteri Kesehatan, semuanya saya tak izinkan mereka (masyarakat Natuna) untuk sakit atau terdampak. Sebab kita kegiatannya adalah bagaimana membantu mereka semua, doakan, sehat semua.

Kompensasinya ya doa itu semua lah. Kamu harus berdoa yang baik," kata Terawan usai rapat di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/2).

Dia menegaskan pemerintah menjamin fasilitas karantina tersebut tidak akan membuat warga Natuna tertular virus corona. Menurutnya, langkah tersebut sudah direncanakan dengan matang. Terawan bahkan menjadikan dirinya sendiri untuk keselamatan warga Natuna. Sehingga ia meminta masyarakat tidak khawatir lagi terhadap isu-isu yang beredar soal corona.

"Saya menjaminkan badan saya karena itu saya ada di garda terdepan saat pesawat datang, saya masuk pertama ke dalam pesawat menyapa seluruh warga sehat dari Wuhan yang datang. Nah, itu artinya saya menjaminkan," tuturnya.

Sebelumnya, terjadi gelombang penolakan warga Natuna terhadap kebijakan pemerintah menggunakan fasilitas militer di sana sebagai lokasi karantina. Fasilitas itu digunakan untuk mengarantina 238 WNI yang baru dievakuasi dari Hubei, China, karena wabah virus novel corona (2019-nCov).

Sebelumnya, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal menyebut aksi warganya menggelar unjuk rasa menolak karantina 238 WNI dari Wuhan, karena belum terlalu paham. Abdul mengatakan warga Natuna cemas dari karantina itu bisa menularkan virus corona. Abdul mengatakan warga Natuna menyaksikan betapa menakutkannya penyebaran virus corona lewat media massa.

"Biasa, namanya (juga) orang kampung belum pernah ada yang begitu, jadi merasa waswas, 'Ada apa nih karantina?' Sekarang kita sudah menggerakkan tim-tim yang di lapangan untuk menyosialisasikan supaya masyarakat tidak terlalu cemas," kata Abdul kepada wartawan di Kantor Kemenko Polhukam, Selasa (4/2).(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat