MENU TUTUP

DPR: Anggaran Rp72 M untuk Influencer Harus Transparan

Kamis, 27 Februari 2020 | 12:38:20 WIB
DPR: Anggaran Rp72 M untuk Influencer Harus Transparan Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno

GENTAONLINE.COM -- Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno meminta penggelontoran insentif sebesar 72 miliar dalam mempromosikan pariwisata Indonesia harus terukur efektivitasnya. Hendrawan mengingatkan penggunaan dana tersebut juga harus transparan.


"Ya mudah-mudahan dampak insentif yang diberikan lebih besar dari biaya insentifnya. Semua harus terukur di tengah kesulitan APBN dan harapan meningkatkan kualitas belanja. Bila tidak maka insentif tersebut bisa dipersepsi sebagai langkah yang kurang bermakna," kata Hendrawan saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (27/2).


Hendrawan mengakui, saat ini perang global di bidang pariwisata kian besar. Adanya isu soal virus Corona pun menyebabkan pukulan telak. Sehingga, Indonesia sebagai negara yang mengandalkan pariwisata harus benar-benar menerapkan strategi yang tepat. "Perang pencitraan semakin penting di kancah global. Sifatnya tentu temporer. Dari  studi ttg sebaran wabah virus, rata-rata pukulan terberat terjadi selama 2 kuartal," ujarnya.



Sementara itu, Politikus PKS Mardani Ali Sera mengatakan, penggunaam 72 miliar harus transparan. Ia menilai, harus jelas alat ukur keberhasilan untuk para Influencer yang dibayar. Lalu, Mardani juga menilai perlu jelasnya destinasi yang diprioritaskan. "Perlu jelas dan transparan pengunaan dana 72 M itu. Kedua, harus jelas alat ukur keberhasilannya. Ketiga, destinasi apa yang diprioritaskan," kata Mardani.


Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio menjelaskan anggaran sebesar Rp 72 miliar untuk promosi wisata tidak hanya digunakan untuk membayar influencer. Ia mengatakan, anggaran tersebut juga dipakai untuk berbagai komponen lainnya yang dapat mendukung promosi pariwisata termasuk travel agent dan travel operator.


Menurut dia, promosi ini ditargetkan untuk menarik wisatawan mancanegara ke destinasi wisata Indonesia yang saat ini tengah lesu akibat wabah virus corona. "Ini lebih ke international market. Ini yang Rp72 miliar itu bukan untuk influencer aja, ada banyak komponen promosi. Jadi 72 itu untuk promosi, fam trip, untuk pengenalan destinasi wisata. Salah satunya, influencer," jelas dia di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Rabu (26/2). (rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Dugaan Korupsi Dana Desa Sungai Buluh Tak Kunjung Progres, LSM KPKN Pertanyakan SOP Kejati Riau

2

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

3

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

4

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

5

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

6

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

7

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

8

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

9

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak