MENU TUTUP

Demokrat: Hadapi Covid-19, Jokowi Bisa Teladani SBY soal Bansos

Sabtu, 28 Maret 2020 | 09:45:22 WIB
Demokrat: Hadapi Covid-19, Jokowi Bisa Teladani SBY soal Bansos

GENTAONLINE.COM - Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR RI Didik Mukrianto menyarankan Presiden Joko Widodo belajar dari Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) soal penyaluran dana bantuan sosial (bansos) guna meredam dampak virus corona (Covid-19). 

Didik mengatakan, SBY punya pengalaman menyalurkan dana bansos lewat program bantuan langsung tunai (BLT) sejak 2005. Menurutnya, Jokowi bisa meniru program itu dalam situasi saat ini. 

"Presiden Jokowi perlu untuk meneladani legacy SBY di saat sulit seperti sekarang ini, termasuk meneruskan dan meningkatkan social safety net atau program Pro Rakyat SBY seperti BLT, PKH, dan program pro rakyat lainnya untuk membantu rakyat yang susah," kata Didik kepada CNNIndonesia.com, Jumat (27/3).

Didik mengapresiasi langkah Jokowi meminta pemerintah daerah menghitung kemampuan dan kemungkinan penyaluran dana bansos. Dia mengatakan program itu perlu segera diluncurkan dengan mengutamakan kepentingan rakyat. 

Anggota Komisi III DPR RI itu menyebut saat ini masyarakat ekonomi lemah sudah terdampak penyebaran corona. Program bansos diharapkan bisa menolong masyarakat kecil menyambung hidup.

"Mengutamakan kepentingan dan keselamatan rakyat baik kesehatan maupun kesejahteraan, #PeopleFirst," tuturnya.

Dihubungi terpisah, Anggota DPR RI Fraksi PKS Anis Byarwati juga mendorong pemerintah segera mengeluarkan BLT untuk menekan dampak ekonomi karena corona. 

Menurutnya, bantuan langsung lebih efektif ketimbang langkah Jokowi menunda cicilan bank. Sebab BLT bisa meningkatkan daya beli masyarakat yang turun karena krisis corona. 

"Selain memberikan BLT, pemerintah juga sebaiknya menambah bantuan pangan nontunai. Di mana jumlah beras yang dapat diperoleh rakyat dapat ditambah," tutur Anis kepada wartawan. 

Selain BLT, Anis juga usul agar Jokowi menggratiskan iuran listrik untuk peserta golongan 450 VA dan 900 VA selama beberapa bulan. Dia juga meminta pemerintah membebaskan pajak UMKM untuk sementara waktu.

Sebelumnya, Presiden Jokowi memutuskan beberapa kebijakan untuk meredam dampak negatif penyebaran virus corona (Covid-19) di bidang ekonomi. Salah satunya, Jokowi meminta para kepala daerah mempersiapkan dana bansos. 

Mantan Wali Kota Solo itu bilang banyak pekerja yang akan menganggur bahkan kehilangan pendapatan. Terutama para pekerja harian, seperti pedagang asongan, supir, tukang becak, dan para pengusaha mikro kecil lainnya.

Hingga Kamis (27/3), Indonesia mencatat 893 kasus positif virus corona. Sebanyak 78 orang meninggal dunia, sedangkan 35 orang sembuh.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar