MENU TUTUP

Pandemi Covid-19, Legislator: Tunda Pemindahan Ibu Kota

Senin, 06 April 2020 | 11:49:10 WIB
Pandemi Covid-19, Legislator: Tunda Pemindahan Ibu Kota

GENTAONLINE.COM -- Anggota Komisi II DPR Guspardi Gaus menilai rencana pemindahan ibu kota negara sebaiknya ditunda dulu. Ia mengusulkan agar anggaran pemindahan ibu kota dialihkan untuk penanganan virus Covid-19.

 

"Karena Indonesia masih sangat minim dengan sarana prasarana laboratorium, alat-alat kesehatan untuk rumah sakit rujukan, penyediaan swab test yang belum mencukupi, penyediaan ventilator, obat-obatan, fasilitas rumah sakit, fasilitas penginapan yang layak dan segala sesuatu kebutuhan dalam rangka penanganan Covid -19 serta memberikan santunan bagi para tenaga medis yang telah menjadi korban dalam penangananan Covid-19 yang hari demi hari semakin mengkhawatirkan di bumi Nusantara," kata Guspardi dalam keterangannya, Ahad (5/4).

 

Guspardi menjelaskan, total APBN yang telah disepakati  di tahun 2020 ini adalah Rp 2.540 triliun. Dalam komposisi APBN tersebut, anggaran pembangunan infrastruktur capai Rp 400 triliun, termasuk anggaran pemindahan ibu kota. Guspardi meminta pemerintah secepatnya melakukan pengalihan anggaran dari pos-pos APBN ini, terutama dari anggaran infrastruktur, sehingga penyebaran Covid-19 yang semakin pesat bisa ditekan.

 

"Keselamatan setiap warga negara harus menjadi fokus utama pemerintah dalam penanganan wabah virus ini, ketimbang masalah pertumbuhan ekonomi," ujar politikus PAN tersebut.

 

Guspardi mengimbau agar pemerintah saat ini fokus kepada tindakan pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19. Mantan angggota DPRD Sumbar tersebut juga mengingatkankan pemerintah bahwa rakyat saat ini lebih membutuhkan keterjaminan kebutuhan bahan pangan, dan jaminan kesehatan dalam menghadapi pandemi Virus Covid-19.

 

"Pemerintah hendaknya menghentikan dulu upaya melanjutkan rencana pindah ibu kota dan pembangunan ibu kota baru. Ini mengingat kondisi keuangan negara yang juga terbatas," ujar mantan Dosen IAIN Imam Bonjol Padang tersebut.

 

Guspardi berharap kebijakan pemerintah untuk memperluas program perlindungan sosial seperti PKH dan BLT untuk masyarakat miskin dan rentan miskin bisa segera direalisasikan. Begitu juga kepada para pekerja informal dan UMKM yang jumlahnya mencapai 59 juta jiwa. Ia berharap pemerintah  memberikan perhatian serius kepada pelaku UMKM dan pekerja informal. "Harus ada insentif fisikal yang layak bagi mereka," ucap Guspardi.(rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan