MENU TUTUP

Tak Dukung Bobby Nasution, Ketua PAC PDIP Medan Bakal Dipecat

Sabtu, 29 Agustus 2020 | 10:36:51 WIB
Tak Dukung Bobby Nasution, Ketua PAC PDIP Medan Bakal Dipecat

GENTAONLINE.COM -- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan mengusulkan pemecatan terhadap empat Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDIP di Kota Medan. Pengusulan pemecatan karena keempatnya menolak memenangkan menantu Presiden Jokowi, Bobby Nasution, yang berpasangan dengan Aulia Rahman di Pilkada Medan 2020.

"Yang dipecat Ketua PAC PDIP Kecamatan Medan Perjuangan, Medan Area, Medan Johor dan Medan Selayang. Tadi sudah kita pleno di DPC untuk diusulkan supaya mereka dicopot dari keanggotaan. Yang dicopot hanya ketua-ketuanya saja, sedangkan pengurus lain tidak, karena mereka tidak terlibat," kata Sekretaris DPC PDIP Perjuangan, Roby Barus, Jumat (28/8) malam.


Roby mengatakan setelah dilakukan penelusuran, ternyata hanya empat oknum tersebut yang menyatakan menolak pencalonan Bobby Nasution. Sementara tujuh Ketua PAC PDIP lainnya tidak terbukti terlibat.

"Mereka hanya mengklaim sepihak ada 11 Ketua PAC PDIP. Padahal hanya mereka berempat saja yang menolak itu. Sudah kita lakukan penyidikannya. Jadi saat aksi beberapa waktu lalu, hanya empat oknum itu saja yang membangkang. Sementara yang lainnya tidak hadir," ujarnya.

Menurut Roby pemecatan sudah diusulkan ke DPD PDIP Sumut. Dia yakin pencopotan segera diproses DPD PDIP. Pasalnya keempat orang tersebut terbukti tidak loyal dengan kebijakan partai. "Prosesnya di kita, tapi pemberhentian ada di DPD, karena mereka SK (surat keputusan) dari DPD. Besok kita kirim suratnya, tinggal DPD yang proses itu, tapi kita minta secepatnya," tegasnya.

 

DPC PDIP tambah Roby juga telah mengusulkan pengganti oknum yang dicopot tersebut. Dia memastikan tindakan empat kader yang dicopot itu, tidak berdampak pada pencalonan Bobby Nasution dan Aulia Rahman di Pilkada Medan. "Mereka hanya segelintir. Itukan sebenarnya hanya akar rumput. Jadi untuk pengganti mereka, sudah kita usulkan ke DPD. Nanti itu yang menjadi plt sementara sambil menunggu Musyawarah Anak Cabang Medan yang akan datang," urainya.

Menurutnya keempat oknum tersebut menolak pencalonan Bobby karena memiliki hubungan emosional dengan Akhyar Nasution yang telah lompat ke Demokrat. Akhyar sendiri sudah mendapat "lampu hijau" dari Demokrat dan PKS untuk diusung pada Pilkada Medan berpasangan dengan Salman Alfarisi.

"Mungkin ada hubungan emosional dengan Akhyar sendiri karena Akhyar sudah pindah ke Demokrat. Atau mungkin ini kan sudah mau musyawarah pembentukan anak cabang baru ya, mungkin mereka merasa tidak diakomodir lagi," pungkasnya. Roby mengingatkan seluruh kader agar tetap loyal dan patuh pada keputusan partai. Sebab jika tidak, maka sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai peraturan yang berlaku.


Pada 11 Agustus 2020 lalu PDIP telah resmi mengumumkan Bobby Afif Nasution-Aulia Rahman kader Gerindra sebagai readyviewed bakal pasangan calon wali kota dan wakil wali kota di Pilkada Medan 2020. Akan tetapi kebijakan itu mendapat banyak penolakan dari akar rumput partai."Setelah mereka dipecat dari keanggotaan mereka bukan bagian PDIP. Jika mereka ingin mendukung Akhyar ya silahkan," tuturnya.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar