MENU TUTUP
DPR

Masuk Akal Publik Ingin Pemerintah Prioritas Kesehatan

Senin, 19 Oktober 2020 | 12:02:44 WIB
Masuk Akal Publik Ingin Pemerintah Prioritas Kesehatan

GENTAONLINE.COM - Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo mengomentari hasil survei yang dilakukan Indikator Politik Indonesia terkait temuan 60,4 persen responden yang menginginkan agar pemerintah lebih memprioritaskan persoalan kesehatan ketimbang ekonomi. Menurutnya keinginan masyarakat yang terpotret dalam hasil survei tersebut dinilai masuk akal.

"Terhadap 60 persen masyarakat yang disurvei itu menginginkan pemerintah lebih memprioritaskan kesehatan daripada ekonomi ya saya kira juga masuk akal, karena apa? bahwa kesehatan itu adalah soal jiwa, keselamatan nyawa, jadi jiwa nyawa itu menjadi prioritas, di mana pun pasti akan jadi keselamatan utama," kata Rahmad kepada Gentaonline.com, Senin (19/10). 

Kendati demikian, Rahmad menganggap tren proses pengendalian Covid-19 yang dilakukan pemerintah saat ini dinilai sudah cukup baik. Hal tersebut dibuktikan dengan tren positif yang terpapar dan proses penyembuhan yang relatif sudah cukup naik di atas 74 hingga 75 persen.

"Ada pun tren yang mengalami fatal itu juga mengalami penurunan bahkan tingkat kesembuhan pun di kita dibandingkan rata-rata global kita juga di atas rata-rata global, itu juga harus kita apresiasi," ujarnya.

Ia berharap hasil survei tersebut dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan. Dirinya juga mengajak semua pihak untuk sama-sama melawan pandemi Covid-19 dengan menerapkan protokol Covid-19 secara ketat.

"Saya percaya dan yakin bila protokol kesehatan dilakukan saya kita kita bisa mengendalikan Covid-19," ujar politikus PDI Perjuangan itu.

Sebelumnya Indikator Politik Indonesia merilis hasil survei terbaru bertajuk  mitigasi dampak covid-19 antara kepentingan ekonomi dan kesehatan. Hasilnya 60,4 persen responden cenderung lebih memprioritaskan persoalan kesehatan ketimbang ekonomi. Sedangkan hanya 36,2 persen responden yang menginginkan agar pemerintah fokus menangani persoalan ekonomi. 

"Di bulan September masyarakat kembali menuntut pemerintah agar memprirotaskan masalah kesehatan," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam diskusi daring, Ahad (18/10).

Kondisi tersebut berbeda dengan yang terjadi pada bulan Juli. Ketika itu, 47,9 persen responden menginginkan agar pemerintah memprioritaskan masalah ekonomi. Sedangkan hanya 45 persen yang meminta agar pemerintah mempriortaskan masalah kesehatan.(rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Dishub Kampar Tegaskan Pungutan Parkir di Disdukcapil dan UPT Samsat Tidak Resmi, Minta Dihentikan

2

Kadis PUTR Rohil Dilaporkan ke Kejati dan Polda Riau Terkait Dua Proyek Jalan Rp34,6 Miliar

3

KOPARI Desak Polda Riau Usut Dugaan Jual Beli Lahan di Kawasan Hutan

4

Diduga Pabrik PT LAS "Minyak Kita" Berdiri Tanpa Plang, Muncul Dugaan Kebocoran Pajak dan Pencemaran Limbah

5

Pimred Media Mengecam Pengacara Arogan Pelanggaran kode Etik Penghinaan Martabat Profesi Wartawan

6

Hina Profesi Wartawan, Hotman Paris di Kejar Organisasi Wartawan, PWI dan PWMOI Bersuara

7

Diduga Diteror dalam Sengketa Tanah, Warga Tangkerang Barat Pertanyakan Pendampingan RW 08 dan Minta Polisi Menyelidiki Dugaan Mafia Tanah

8

Sebarkan Fitnah Keji terhadap Ketua KNPI Riau yang Dikriminalisasi Polresta Pekanbaru, Ini Sanggahan Istri Larshen Yunus*

9

Pemerintah Kecamatan Tambang Mengaku Belum Tahu Aktivitas Galian C Ilegal, Ulul Azmi Jadi Sorotan