MENU TUTUP

AHY Meroket Bukan Karena Di Luar Pemerintahan, Tapi Sukses Jadi Corong Aspirasi Rakyat

Senin, 28 Desember 2020 | 11:14:44 WIB
AHY Meroket Bukan Karena Di Luar Pemerintahan, Tapi Sukses Jadi Corong Aspirasi Rakyat

GENTAONLINE.COM - Partai Demokrat memahami ada gelombang kekecewaan rakyat yang cukup besar ketika Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno tiba-tiba mereka semua menjadi satu gerbong dengan pemerintah. Setidaknya ada beberapa alasan utama kekecewaan masyarakat termasuk para pendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 silam itu karena jagoannya merapat ke rivalnya dahulu.
 


"Pada awalnya, mereka menaruh harapan terhadap Prabowo-Sandi, yang walaupun kalah dalam Pilpres 2019, tetap berperan sebagai corong masyarakat dan penyeimbang terhadap pemerintahan. Ternyata itu sudah tak bisa lagi mereka harapkan karena Prabowo-Sandi di dalam kabinet," ujar Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat Ossy Dermawan.

 

Dalam pertarungan Pilpres 2019 kemarin, pendukung merasa sudah mati-matian membela dan mendukung Prabowo-Sandi. Mereka tidak hanya mengorbankan materi atau uang bahkan pada saat masa-masa panas dalam Pilpres 2019 kemarin. "Mereka pun siap mengorbankan jiwa dan raga," kata Ossy.



Selanjutnya, masih kata Ossy, pada saat Prabowo menjadi Menteri Presiden Jokowi, dia berdalih akan mewakili masyarakat dan selalu membela rakyat. Ternyata yang terjadi, anak buah Prabowo malah tersandung kasus korupsi Lobster. Ini cukup menyakiti hati rakyat.



"Sehingga menjadi wajar jika kemudian ada pengamat yang memprediksikan popularitas dan elektabilitas AHY akan semakin bertambah seiring dengan kekecewaan rakyat terhadap masuknya Prabowo dan Sandi ke dalam kabinet saat ini," tuturnya.



Namun menurut Ossy, popularitas dan elektabilitas AHY itu sudah bertumbuh secara baik dari waktu ke waktu. Bagi Demokrat, hal ini terjadi karena beberapa faktor utama. Yaitu perjuangan politiknya sejak 2016 dan AHY telah berkeliling nusantara ke 34 provinsi.



"Tentunya ini secara alami akan menambah popularitas dan elektabilitasnya," kata orang dekat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini. Ossy menambahkan, AHY punya ketulusan dan konsistensi pendirian dalam perjuangan politiknya. Walau masyarakat menganggap AHY pantas untuk masuk kabinet, namun AHY tidak marah saat takdir menyatakan dia harus berjuang di luar pemerintahan.



"AHY easy going saja terkait masalah 'kekuasaan' seperti ini," cetusnya. Selain itu, AHY yang merupakan ketua umum Partai Demokrat berhasil menjadi corong masyarakat dalam memperjuangkan aspirasi melalui penolakan RUU HIP dan RUU Omnibus Law.

 

"Sehingga kesimpulannya, popularitas dan elektabilitas AHY meningkat dengan baik bukan hanya karena semata-mata faktor AHY berada di luar pemerintahan tapi lebih karena AHY merupakan salah satu figur yang dapat memperjuangkan harapan rakyat secara tulus dan konsisten," ucapnya.



"Apalagi, Partai Demokrat juga telah berketetapan untuk terus berkoalisi dengan rakyat. Kami yakin jika tempat kami selalu bersama rakyat, maka kami tidak akan berdiri di sisi yang salah dalam sejarah," demikian Ossy Dermawan.(rmol)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Terkuak dari 'Keceplosan' Staf Humas, Dugaan Praktik 'Wartel' HP di Dalam Lapas Kelas IIA Pekanbaru Menguat, Indikasi Napi Bebas Berkomunikasi Jadi Sorotan

2

Terkuak! Napi Kendalikan Sabu dari Lapas, Dugaan '86' Seret Oknum Polisi di Pekanbaru

3

GRANAT Riau Soroti Dugaan Aliran Dana Rp200 Juta dalam Kasus Narkotika, Minta Kapolri Perintahkan Penelusuran

4

Dugaan Lemahnya Manajemen SDM Koordinator LPS Tobekgodang, Warga Keluhkan Sampah Menumpuk

5

Kementerian Pemasyarakatan Akan Copot Pegawai Lapas yang Diduga Terlibat Maraknya Peredaran Narkotika di Lapas Kelas II A Pekanbaru

6

Dugaan Gudang BBM Ilegal Marak di Dumai, Sorotan Tertuju pada Lemahnya Pengawasan Aparat

7

Oknum Kepala SDN 023 Sungai Geniot Dumai Diduga Lakukan Pungutan Tak Wajar, Orang Tua Siswa Mengeluh

8

Polda Riau Sita Aset Miliaran Milik Bandar Sabu yang Dikendalikan Napi, Kalapas Kelas II Pekanbaru Diminta Dicopot

9

Polda Riau Ungkap Jaringan Opium Internasional, Nilai Transaksi Ditaksir Rp68 Miliar