MENU TUTUP

Menkes: 45 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tiba Agustus

Selasa, 27 Juli 2021 | 08:26:46 WIB
Menkes: 45 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Tiba Agustus

JAKARTA,Gentaonline.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, Indonesia akan kembali mendatangkan 45 juta dosis vaksin Covid-19 untuk memenuhi kebutuhan vaksinasi di dalam negeri. Vaksin yang akan tiba tersebut terdiri dari vaksin Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan juga Pfizer.

Sedangkan pada Juli ini, hampir 30 juta dosis vaksin akan tiba di Indonesia. Menkes menyebut, hingga Juni lalu, Indonesia telah menerima 70 juta dosis vaksin dan sebanyak 63 juta dosis di antaranya telah disuntikan kepada masyarakat.

“Sampai sekarang, sampai bulan Juli akan datang sekitar 8 juta vaksin Sinovac dan 4 juta vaksin AstraZeneca. Jadi 12 juta akan datang mulai tanggal 25-31. Itu nanti akan kita kirimkan,” jelas Menkes saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta.

Menkes pun mengakui, lambatnya laju vaksinasi saat ini karena jumlah pasokan vaksin yang tersedia juga terbatas. Setelah vaksin-vaksin tersebut tiba di Indonesia, ia berjanji akan segera mendistribusikannya ke berbagai daerah. Karena itu, Menkes meminta masyarakat untuk bersabar mendapatkan vaksin Covid-19 di masing-masing daerahnya.

“Kalau ditanya kenapa tidak bisa lebih cepat lagi? Karena memang jumlah vaksinnya cuma segitu. Kita di bulan Juli ini akan datang hampir 30 juta dosis dan insya Allah Agustus 45 juta dosis. Tapi angka ini setiap hari berubah,” ujarnya.

Budi menambahkan, hingga saat ini 44,9 juta rakyat Indonesia telah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama dan 18,3 juta masyarakat mendapatkan suntikan vaksin dosis kedua. Pelaksanaan vaksinasi akan diprioritaskan kepada provinsi-provinsi yang mengalami lonjakan kasus aktif seperti di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Surabaya, Jawa Timur, dan Bali.

“Provinsi-provinsi itu otomatis akan mendapatkan prioritas,” tambah Menkes. Selain itu, prioritas vaksinasi juga akan diberikan kepada orang-orang dengan risiko tinggi, yakni orang lanjut usia dan orang yang memiliki penyakit komorbid. (rep)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran