MENU TUTUP

IKA ITB Tolak Reklamasi Teluk Jakarta, Ini Alasannya

Rabu, 25 Oktober 2017 | 20:33:28 WIB
IKA ITB Tolak Reklamasi Teluk Jakarta, Ini Alasannya

GENTAONLINE.COM-Ikatan alumni (IKA) Institut Teknologi Bandung (ITB) menolak reklamasi teluk Jakarta. Sebab, reklamasi tersebut diyakini akan memunculkan bencana besar di kemudian hari.

Dikutip dari merdeka.com, anggota ikatan alumni ITB Muslim Arnas menjelaskan, ada kajian teknis yang keliru mengenai reklamasi sehingga merugikan Jakarta ke depan.
''Misalnya begini, teluk Jakarta kota ini berbeda dengan di Belanda, kita ini melebar, kalau di Belanda itu dia memanjang. Artinya kalau di Belanda dia bikin tanggul itu pendek itu tak ada masalah, karena memanjang dia ke laut. Tapi kalau kita ini melebar. Kalau mau ditanggul, itu biayanya besar,'' terang Muslim Selasa, 24 Oktober 2017 di Hotel Sofyan Betawi, Menteng, Jakarta Pusat.

Kemudian di Jakarta terdapat 13 aliran sungai, dan belum tentu ada di negara lain. Ketiga belas aliran sungai tersebut pun mengalir ke laut, dan bila di-reklamasi akan menyebabkan banjir.
''Dari 13 aliran sungai ini akan larinya ke laut, begitu di-reklamasi sungai ini kan membawa sedimen juga, endapan juga. Antar pulau ini nanti kan terhubung dan tertutup, begitu dia tertutup air Jakarta ini mau ke mana. Air di Jakarta mau dialirkan keluar supaya tidak banjir harus pakai pompa,'' jelas Muslim.

''Itu air sudah dihitung dari para ahli itu 3.000 meter kubik per liter, anda tahu kalau PDAM itu 500 liter per detik saja sudah sangat besar, ini 3.000 meter per detik itu enggak ada pompa di dunia ini yang punya pompa yang punya sebesar itu untuk mengalirkan air ke laut,'' sambungnya.

Oleh sebab itu, untuk menanggulangi masalah air tersebut, harus dibuat tanggul raksasa yang akan memakan biaya besar. Pihaknya pun tak ingin pemerintah mengeluarkan uang banyak, tapi dampaknya merugikan masyarakat.
''Apa harus dibuat tanggul penanggulan, penanggulan itulah giant sea wall. Tapi siapa yang melakukan giant sea wall? Pemerintah. Kalau pemerintah ini yang reklamasi, yang untung siapa? Dampaknya pemerintah mengeluarkan biaya giant sea wall yang nanti berpuluh-puluh triliun lagi keluar untuk giant sea. Itulah dampak kalau misalnya nanti dilakukan,'' tutup Muslim. (grc)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

EFEKTIVITAS TIM TERPADU DIPERTANYAKAN: KONFLIK PT ARARA ABADI DAN WARGA MINAS TERUS BERLARUT

2

Profil Jumhur Hidayat Dipenjara di Era Presiden Jokowi, Kini Diangkat Prabowo Jadi Menteri Lingkungan Hidup dan Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.

3

Instruksi Kejati Sumbar 'Dicuekin', Kasus Dugaan Korupsi Wali Nagari Mandeh di Kejari Pessel Mandek Hampir Satu Tahun ?

4

Dugaan Klenteng Berkedok Privat Room Tanpa Izin PBG Rumah Ibadah. Pemerintah Pesisir Selatan Bertindaklah ?

5

Pakar Kebijakan Publik Minta Pemerintah Segera Bertindak

6

Bangkitkan Rasa Cinta Almamater, Alumni Akuntansi Gelar Dialog Interaktif dengan Fakultas Ekonomi dan Ilmu Sosial UIN SUSKA RIAU

7

Perkuat Silaturahmi, IKA Akuntansi S1 UIN Suska Riau Gelar Reuni Sekaligus Pelantikan Pengurus Baru

8

Masih dalam Suasana Syawal, Edi Lelek Bebas via Restorative Justice, Keluarga Apresiasi Dukungan Semua Pihak

9

Walikota Pekanbaru H. Agung Nugroho Menyerahkan Bantuan Motor Kepada Ayah Disabilitas Karena Motornya Dicuri Saat Parkiran