MENU TUTUP

Minyak Goreng Langka dan Mahal Gara-gara Negara Dipimpin Pedagang

Senin, 21 Maret 2022 | 08:22:02 WIB
Minyak Goreng Langka dan Mahal Gara-gara Negara Dipimpin Pedagang

GENTAONLINE.COM - Bangsa Indonesia saat ini sudah dikelola oleh pedagang. Akibatnya, kelangkaan minyak goreng tak terkendali hingga tiga bulan lamanya.


Begitu kata aktivis senior Syahganda Nainggolan dalam video wawancara yang diunggah di akun YouTube Realita TV pada Sabtu malam (19/3).

Adapun pedagang yang dimaksud Syahganda adalah Presiden Joko Widodo, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Pariwisatan dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno dan lainnya.


Di satu sisi, Syahganda juga membandingkan Indonesia dengan negara tetangga, Malaysia. Di mana harga minyak dijual jauh lebih murah di sana.

“Karena di sana itu negara itu dikelola oleh rakyat," ujar Syahganda seperti dikutip Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (20/3).

Sedangkan Indonesia, kata Syahganda, dikelola oleh pedagang. Yakni dikelola oleh pemimpin yang berasal dari pedagang sebelum dan saat menjadi pejabat tinggi di Indonesia.

"Jokowi sendiri sebagai pedagang meubel, Lutfi sebagai pedagang macam-macam, Sandiaga Uno pedagang, Erick Thohir pedagang, semua pedagang yang berkuasa, Luhut Pandjaitan pedagang," kata Syahganda.

Sehingga, sesama pedagang tidak boleh saling mengganggu dan mengatur-atur yang mengakibatkan harga minyak goreng di Indonesia tak terkendali.

“Orang-orang minyak goreng ini bilang, 'eh lu kan kita sama-sama pedagang, cincay lah, mana bisa lu atur-atur gue'. Tidak bisa atur-atur itu. Karena apa, karena sesama pedagang ada kode etik, sesama bis kota tidak boleh saling mendahului," jelas Syahganda.

Sedangkan para pedagang yang ingin bermain-main harga bahan pokok, kata Syahganda, tidak berani bertingkah di zaman Habibie maupun di zaman Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.


"Nah sekarang silakan aja, ke depan ini setelah Jokowi masih mau pilih kaum pedagang yang pasti bukan hanya minyak goreng, besok gula, kemudian gas, kemudian macam-macam (harga naik), apalagi ini mau perang dunia ketiga, ini hilang tidak terkendali," pungkas Syahganda.(rml)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Pimred Gentaonline.com Berikan Apresiasi Terhadap Penanganan Kasus LY di Polrestabes Pekanbaru.

2

IKA FEKONSOS UIN SUSKA RIAU, TAJA PROGRAM ALUMNI DENGAN MATERI PERTAMA TATA KELOLA ORGANISASI MAHASISWA

3

APAK Resmi Laporkan Dugaan Pelanggaran Pembebasan Bersyarat Asri Auzar ke BAPAS Pekanbaru

4

Aktivis Lingkungan Desak Polisi Tangkap Pelaku PETI di Peranap, Surat Resmi Desa Dinilai Bukti Keresahan Warga

5

SPBU Kerinci Disorot, Distribusi Bio Solar Subsidi Jadi Sorotan Warga

6

Dugaan Tangkap Lepas Di Kasus Narkoba. Terjadi Juga Di Kasus PETI. Dengan Istilah "BAKAR LALU STOR UPETINYA BILA MAU OPERASI KEMBALI". Baturijal Hulu Membara !

7

PTUN Pekanbaru membatalkan Sertipikat Hak Milik (SHM) Nomor 22978 seluas 19.775 m2 di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

8

Kasus dugaan pencurian yang melibatkan terduga pelaku Shidiq Al Fajri kini resmi dilaporkan ke pihak kepolisian Sektor Tambang, Resor Kampar, Polda Riau.

9

Kuasa Hukum Desak Aparat Penegakan Hukum APH di Wilayahnya Konflik Lahan Eks HGU 366 Hektar Lahan