MENU TUTUP

6 Anak Meninggal Dunia Diduga Terinfeksi Hepatitis Misterius

Rabu, 11 Mei 2022 | 08:52:36 WIB
6 Anak Meninggal Dunia Diduga Terinfeksi Hepatitis Misterius

GENTAONLINE.COM - Enam anak meninggal dunia diduga akibat terinfeksi hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya. Kasus kematian itu terjadi di DKI Jakarta, Jawa Timur, Sumatera Barat serta Sumatera Utara.

Kasus kematian terbaru adalah seorang anak berusia 2 tahun di Medan, Sumatera Utara dan bayi berusia dua bulan di Solok, Sumatera Barat.

Jika dirinci, kasus kematian dilaporkan terjadi 3 di Jakarta, 1 di Tulungagung Jawa Timur, 1 di Sumut dan 1 di Sumbar.

Sejak pertama kali terdeteksi pada 27 April 2022, sebanyak 15 kasus dilaporkan terjadi di beberapa provinsi. Mulai dari DKI Jakarta hingga Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Gejala yang dialami belasan anak terduga kasus hepatitis disebut cenderung mirip. Berupa gejala penyakit kuning, demam, diare, urine berwarna lebih pekat, dan feses berwarna pucat.

"Rentang usianya 1-17 tahun ya, dari beberapa provinsi. DKI Jakarta, Sumatera Barat, Jawa Barat, Kepulauan Babel, dan Jawa Timur," kata Sekretaris Ditjen Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmizi kepada CNNIndonesia.com, Selasa (10/5).

Dari 15 kasus tersebut, empat diantaranya dikategorikan sebagai pending classification lantaran sudah melalui sejumlah pemeriksaan seperti non hepatitis A,B,C,D,E maupun Adenovirus. Hasil pemeriksaan hepatitis E dan Adenovirus baru dapat diketahui hingga dua pekan usai pemeriksaan.

"Semuanya dirawat di rumah sakit. Ada yang dirawat di rawat inap biasa, ada yang dirawat di ICU," ujar Nadia.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin sebelumnya mengatakan virus hepatitis akut ini menular melalui asupan makanan yang masuk lewat mulut.

Ia pun menyarankan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan tindakan pencegahan seperti rajin mencuci tangan dan menjalani perilaku hidup bersih dan sehat.

"Jadi, kalau bisa rajin cuci tangan, kita pastikan yang masuk ke anak-anak kita," ujar Budi dalam keterangan tertulis.

Hingga kini, Kementerian Kesehatan masih melakukan koordinasi dan diskusi dengan WHO serta beberapa negara di Eropa untuk mencari tahu penyebab penyakit misterius tersebut.

"Kesimpulannya belum bisa dipastikan virus apa yang 100 persen menyebabkan adanya hepatitis akut ini. Penelitian dilakukan bersama-sama agar bisa dideteksi cepat penyakit ini," jelas Budi.(cnn)

Berita Terkait +
TULIS KOMENTAR +
TERPOPULER +
1

Laporan Disebut Mandek 1 Tahun 3 Bulan, Dua Aktivis Adukan Penanganan Kasus Polda Sumbar ke Propam dan Bareskrim Polri

2

Marwas Menang Telak di Mubes LAK Kampar, dari Kepala Desa, Sengketa Lahan hingga Jejak KSO Agrinas

3

Edi Lelek: Menjaga Suara Publik di Tengah Intimidasi dan Ancaman Kriminalisasi

4

Nama Anggota DPRD Meranti Muncul dalam Reservasi Hotel, AMKK Minta Badan Kehormatan Turun Tangan

5

1 Tahun Mandeh, Dewan Redaksi GentaOnline Nasional Desak Mabes Polri Usut Dugaan Perusakan Hutan Mandeh

6

SETAHUN LAPORAN MENGENDAP, WALI NAGARI MANDEH DIDESAK SEGERA DIPROSES HUKUM Dugaan Perusakan Mangrove Tak Boleh Berhenti di Meja Pengaduan, Propam Mabes Polri Diminta Turun Tangan

7

BRIGJEN POL HENGKI HARYADI PIMPIN POLDA PAPUA BARAT DAYA

8

Ungkap Dugaan Penyelewengan BBM Subsidi di SPBU 13.275.513 Sijunjung, Empat Wartawan Dikeroyok dan Mobil Dirusak

9

Pangdam I/BB Pimpin Sidang Pantukhir, 678 Caba PK Ikuti Seleksi Pusat